Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Penertiban Pasar di Kabila Ricuh, Pedagang Halang Petugas dengan Menyiramkan Air Busuk

72
×

Penertiban Pasar di Kabila Ricuh, Pedagang Halang Petugas dengan Menyiramkan Air Busuk

Sebarkan artikel ini
eksekusi penertiban pasar di kabila
Seorang pedagang yang tidak mau lapaknya digusur menyembah kaki petugas Satpol PP.

Dulohupa.id – Eksekusi lapak pasar pedagang di Desa Poowo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, diwarnai kericuhan pada Kamis siang (10/10/2019). Warga yang tidak terima lapak mereka digusur, melakukan perlawanan dengan menyiram air rendaman ikan kepada para Petugas Satpol PP.

Sejumlah pedagang juga terlihat histeris dan bermohon kepada pemerintah agar tempat mereka berjualan tidak digusur.

Warga setempat mengaku tidak terima lapak dagangan mereka digusur, karena lapak tersebut dibangun diatas tanah milik mereka sendiri dan bukan tanah milik pemerintah.

Ruaiba Hasan salah satu pedagang yang berjualan di lokasi pasar tersebut mengatakan, sudah dua kali dijanjikan akan dipertemukan langsung dengan bupati, untuk membahas masalah pasar tersebut, namun hingga hari ini mereka tidak pernah bertemu dengan bupati.

“ Dari hasil putusan rapat, pedagang di pasar akan dipertemukan dengan bupati, namun sudah hamper dua bulan kami tidak pernah dipertemukan dengan bupati” Jelas Ruaiba

Kericuhan reda setlah aparat kepolisian melakukan mediasi, dan membuat perjanjian akan mempertemukan para pedagang dengan bupati setempat, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Untuk mencegah terjadinya kericuhan, proses eksekusi diberhentikan sementara mengingat ada satu petugas satpol yang mengalami luka karena terjatuh, sehingga mengalami luka pada bagian kepala.

“ Memang hari ini ada penggusuran, karena ada korban dari pihak Satpol PP, yang saat ini ada di rumah sakit, maka penggusuran kita tunda untuk sementra”.  Tegas Iwan Hadju, Kabid Rantib Satpol PP Bone Bolango

“Porses eksekusi akan  tetap dilakukan setlah proses mediasi antara bupati dan para pedagang/ dilakukan selama tiga hari kedepan”. Tutup Iwan (Jebeng)