Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWAPolda Gorontalo

Penemuan Mayat di Tomulabutao, Polisi: Korban Telah Meninggal Sebulan Lalu

740
×

Penemuan Mayat di Tomulabutao, Polisi: Korban Telah Meninggal Sebulan Lalu

Sebarkan artikel ini
Mayat Tomulabutao
Polisi melakukan evakuasi jasad pria ditemukan di rumah kosong yang berada di Kelurahan Tomolubutao, Kota Gorontalo/Ist

Dulohupa.id – Penemuan mayat pria di rumah kosong di jalan Prof Dr HB Yassin, Kelurahan Tomulabutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo menggegerkan masyarakat sekitar pada Jumat (24/05/2024).

Usai melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Polresta Gorontalo Kota bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Dungingi, diidentifikasi bahwa mayat yang ditemukan adalah RPA (25), warga Kelurahan Tomulabutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Kapolresta Gorontalo Kota melalui Kasat Reskrim, Kompol Leonardo Widharta menjelaskan bahwa korban diperkirakan telah meninggal sebulan yang lalu.

“Jadi saat ditemukan RPA (korban) dalam keadaan leher tergantung terikat tali dan bagian tubuh lain seperti kaki sudah tidak utuh dan diperkirakan korban telah meninggal sekitar satu bulan,” ujar Kompol Leonardo.

Baca Juga: Mayat Pria Tergantung di Rumah Kosong Tomulabutao, Organ Tubuh Hancur 

Kata Kompol Leonardo, dari keterangan saksi mata bahwa penemuan mayat tersebut bermula saat saksi hendak memancing di sumur sebuah rumah kosong yang berada tidak jauh dari rumah korban.

“Saksi melihat sendal yang sering dipakai oleh RPA yang terletak di samping sumur tersebut, lalu saksi mengambil sendal tersebut kemudian memperlihatkan kepada adik korban,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kompol Leonardo menerangkan bahwa adik korban menyuruh saksi untuk memeriksa kembali ke rumah kosong tersebut.

Kemudian pada pukul 16.30 wita, saksi kembali ke rumah kosong dan memeriksa ruangan-ruangan dalam rumah. Tiba di lorong kecil dalam rumah, saksi melihat tengkorak dalam keadaan tergantung dengan tali.

Lalu saksi memperhatikan jaket yang dipakai tersebut merupakan jaket sering dipakai korban, sehingga saksi yakin bahwa mayat tersebut adalah jasad dari RPA.

Dari hasil interogasi pada keluarga korban RPA, mereka mengatakan jika RPA sudah meninggalkan rumah sejak bulan April 2024

“Penyebab kematian masih belum diketahui karena pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi maupun visum,” Tutup Kompol Leonardo.

Reporter: Yayan