Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo mulai menyiapkan sejumlah ruas jalan alternatif di Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat guna meningkatkan konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat. Melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026, perbaikan Jalan Loji dan Jalan Pangi menjadi salah satu prioritas yang diusulkan Pemerintah Kota Gorontalo.
Kedua ruas jalan tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama saat aktivitas Pasar Selasa di kawasan Potanga yang sering menyebabkan macet dan kerap dikeluhkan warga.
Rencana tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Dikki Haryadi Bau, usai mendampingi Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meninjau sejumlah proyek perbaikan jalan pada Kamis (30/7/2026).
Menurut Dikki, perbaikan Jalan Loji dan Jalan Pangi merupakan permintaan khusus dari Wali Kota Adhan sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses jalan alternatif bagi masyarakat, khususnya saat pasar Selasa di Potanga berlangsung.
”Ada permintaan khusus dari Pak Wali agar Jalan Loji dan Jalan Pangi diperbaiki. Kedua jalan ini nantinya akan menjadi jalan alternatif apabila ada Pasar Selasa di Potanga. Sebab selalu dikeluhkan macet ketika pasar. Sehingga masyarakat memiliki akses lain yang bisa digunakan,” ujarnya.
Selain dua ruas jalan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo juga mengusulkan perbaikan Jalan Rambutan yang berada di depan Rumah Sakit Otanaha melalui skema Anggaran Perubahan Tahun 2026.
Dikki menjelaskan, usulan perbaikan sejumlah ruas jalan tambahan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat yang terus berkembang.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Gorontalo juga tengah mengebut sejumlah proyek perbaikan jalan yang saat ini sedang berjalan. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, bahkan turun langsung meninjau progres pengerjaan di lapangan untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai standar dan target.
Adapun ruas jalan yang ditinjau meliputi Jalan Zainal Umar Sidiki atau eks Jalan Palma, Jalan Pangeran Hidayat II, dan Jalan Taman Buah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan, progres pelaksanaan, serta ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Dikki mengungkapkan, pekerjaan fisik seluruh proyek dimulai sejak 22 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama lima bulan. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 16 persen pada masing-masing paket pekerjaan dan ditargetkan rampung pada November 2026.
”Insya Allah sesuai target, seluruh pekerjaan akan selesai pada bulan November,” katanya.
Untuk volume pekerjaan, Jalan Zainal Umar Sidiki (eks Jalan Palma) memiliki panjang sekitar dua kilometer, Jalan Pangeran Hidayat II sepanjang kurang lebih 600 meter, dan Jalan Taman Buah sekitar 400 meter.











