Dulohupa.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bersama Forkopimda setempat, membahas empat poin penting menjelang Ramadhan 1442 Hijriah, di Restoran Orasawa, Kecamatan Limboto, Senin (5/4) sore.
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo merincikan, empat poin itu yakni evaluasi penanganan COVID-19; pengendalian harga bahan pokok, operasi pasar, dan pelaksanaan salat berjamaah di masjid; lalu pemilihan kepala desa (pilkades), dan poin terakhir adalah mengantisipasi masalah terorisme, khususnya di wilayah tersebut.
“Dalam rangka menjelang bulan suci ramadhan, kami (pemerintah) bersama unsur Forkopimda membahas empat poin penting yang harus diperhatikan, dan ada tiga hal yang tentunya itu arus dilakukan kewaspadaan pada bulan ramadhan nanti,” ungkap Nelson.
Nelson mengatakan, saat menjelang ramadhan, yang harus jadi perhatian pemerintah antara lain, pengendalian COVID-19, operasi pasar dalam rangka pengendalian harga sembako, tempat penjualan takjil dan terakhir salat lima waktu, termasuk tarawih di masjid.
“Untuk pengendalian COVID-19 di Kabupaten Gorontalo terus dievaluasi, apalagi menjelang ramadhan. Kemudian harga sembako yang harus dilihat, karena sekarang harga cabe dan daging mulai naik, tapi masih terkendali. Terus penataan tempat takjil dan pasar senggol kemungkinan besar dibuka. Tapi akan ditata kembali dan untuk salat di masjid diperbolehkan, tapi dengan catatan itu harus membuat surat pernyataan tanggung jawab masing-masing takmirul masjid,” ujarnya.
Terakhir orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu berpesan, menjelang bulan ramadhan masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan. Karena pada umumnya bulan ramadhan, pastinya masyarakat banyak yang pergi ke pasar.
“Saya berharap bulan ramadhan kali ini, saya ingatkan masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok di pasar, agar tetap patuhi protokol kesehatan, karena di situlah tempat berkumpulnya orang dan terakhir marilah kita menyambut bulan yang suci dengan penuh nikmat dan hati yang bersih,” tandas Nelson.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengamanan di tiap-tiap tempat rawan berkumpulnya banyak orang, sehingga ia menyarankan untuk tempat pelaksanaan takjil agar ditata kembali dan termasuk pasar senggol yang akan dibuka pada pertengahan ramadhan nanti.
“Menjelang ramadhan pastinya kami dari jajaran kepolisian akan melakukan pengamanan di setiap titik yang menjadi pusat keramaian, termasuk di sekitar Tower Pakaya Limboto, karena di situ tempat berkumpulnya para pembeli takjil,” tutup Ade.
Reporter: Fandiyanto Pou











