Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Pelaksanaan Monev Sisakan 2 Kecamatan 23 Desa

212
×

Pelaksanaan Monev Sisakan 2 Kecamatan 23 Desa

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Monev Sisakan 2 Kecamatan 23 Desa
Ketua Tp PKK saat berikan sambutan dihadspan sejumlah Pengurus PKK Kecamatan. (15-02-2020) (Ft. Dedy Henga)

Dulohupa.id – Setelah sambangi Kecamatan Batudaa pantai yang merupakan kecamatan ke 17, yang dikunjungi untuk pelaksaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PKK Kecamatan se Kabupaten Gorontalo, saat ini tinggal menyisahkan 2 Kecamatan dengan 23 desa yang akan menjadi titik, pelaksanaan Monev oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo.

Kepada awak media Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Fory Naway menjelaskan, hingga dengan Sabtu (15-02-2020) kemarin, bersama dengan sejumlah pengurus TP PKK Kabupaten Gorontalo, dirinya telah mendatangi 17 kecamatan dengan 182 desa dalam kegiatan Monev dan tinggal menyisahkan kecamatan Batudaa dengan 8 desa dan Telaga Biru 15 desa.

Dikatakan oleh istri orang nomor 1 di Kabupaten Gorontalo ini, kunjungan ini bukan  semata-mata mencari kekurangan, justru memperbaiki termasuk administrasi PKK yang selama ini setiap tahun dilombakan. Selain itu, kata Fory kunjungan monev bertujuan untuk melihat langsung keberadaan sekertariat PKK desa. Dirinya menilai, selama kunjungan dilakukan ada yang sudah memiliki sekertariat dan ada pula PKK belum memiliki sekertariat.

“PKK yang masih menumpang di kantor desa akan didorong melalui kolaborasi dan perhatian kepala desa termasuk yang dibenahi papan data yang masih format lama,” Ungkap Fory Naway.

Lebih lanjut Fory menambahkan, PKK adalah mitra pemerintah desa, kecamatan bahkan Kabupaten. Oleh karena Karena itu, Dirinya menambahkan di tahun 2020 seluruh program yang dilaksanakan pada 10 program PKK akan dievaluasi seberapa jauh keberadaan sekertariat PKK , papan data dan buku yang memang tercantum dalam enam buku.

“Buku sekertariat dan kehumasan, kemudian buku satu hingga enam yakni pokja. Jadi pokja satu hingga pokja empat,” Beber Fory Naway. Dalam kesempatan itu juga, Fory Naway mengatakan hasil monev akan dipaparkan dihadapan Bupati bersama pimpinan OPD. “Pada awal bulan maret rapat konsolidasi dihadiri oleh Bupati dan OPD dipaparkan hasil monev termasuk aspirasi masyarakat yang belum terpenuhi,” kata dia lagi.

Rapat ini akan melibatkan ketua –ketua PKK desa, kecamatan bahkan pengurus PKK Kabupaten. untuk PKK desa menyertakan ketua-ketua Pokja dan keterwakilan dasa wisma. Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo itu mengatakan, paparan hasil monev maupun aspirasi ini diharapkan beroleh solusi dari pimpinan daerah bersama OPD.  Kemudian masih  bulan maret akan dilaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola administrasi.

“setelah ditelusuri dari hasil monev ada yang kurang dalam tata kelola administrasi itu akan ada  pelatihan secara digital. Karena selam ini masih menggunakan manual dalam latihan itu akan dilatih secara online sehingga terkoneksi program Kabupaten hingga program PKK desa,” jelasnya.

Dikatakan oleh Fory, dalam pelatihan administrasi ini akan dapat dilihat warna-warni prestasi yang dikukir kecamatan maupun desa. “Semua program dapat dilihat melalui web sife masing-masing dan terkoneksi, sudah sistem digital, todak lagi manual,” tambah fory naway. Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo itu menuturkan, masih pada bulan maret akan ada lomba sekertariat. Lomba ini bukan diikuti sekertariat yang lengkap namun diikuti oleh sekertariat yang tidak lengkap.

“Kami memberikan ruang bagi sekertariat yang belum pernah mengikuti lomba sehingga akan lahir sekertariat – sekertariat PKK yang hebat seperti desa-desa lain,” tuturnya.

Selanjutnya diawal april, Bunda baca Kabupaten Gorontalo itu mengatakan akan ada lomba jumbara PKK yakni 10 program PKK termasuk mars PKK. “Lagu mars PKK tidak bisa pakai konsep,dan yang harus hapal benar adalah ketua-ketua TP-PKK desa,” Tutupnya. (GSH)