Owner Investasi Bodong Smart Trader Divonis 12 Tahun Penjara

oleh -1058 Dilihat
Investasi Bodong Gorontalo
Sidang perkara investasi bodong Samsurizal Suleman alias Didin Owner Smart Trader yang digelar di Pengadilan Negeri Marisa/ist

Dulohupa.id – Samsurizal Suleman alias Didin, Owner investasi bodong smart trader divonis 12 tahun penjara usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Sidang dipimpin Seftra Bestian, S.H, sebagai Hakim Ketua, Moh Fakhrul Anam, S.H., dan Catyawi Avesta Sasongko Putro, S.H masing-masing sebagai Hakim Anggota.

Terdakwa Didin, dianggap sah dan terbukti bersalah melakukan tindak pidana perbuatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan sebagaimana dalam Dakwaan Alternatif Pertama Penuntut Umum.

Vonis terhadap Didin itu dibacakan beberapa waktu lalu oleh Ketua Majelis Hakim, Seftra Bestian, S.H yakni, menjatuhkan vonis pidana penjara selama 12 tahun dan denda sejumlah Rp10 miliar dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan terhadap terdakwa Syamsurizal Suleman Alias Didin.

Vonis penjara yang dijatuhkan terhadap Didin tersebut, lebih tinggi jika dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, Onwer Smart Trader dituntut Pidana penjara selama 10 Tahun, namun saat putusan jumlah vonis bertambah 2 tahun dari tuntutan.

“Atas putusan dari perkara ini lebih berat dari pada tuntutannya. Artinya tuntutanannya 10 Tahun, namun Majelis Hakim mumutuskan 12 Tahun susuai dengan fakta-fakta di persidangan. Setelah menjalani sidang dengan kasus nomor surat pelimpahan B-950/p.5.14/eku/.2/09/2022, serta nomor perkara 61/Pid.Sus/2022/PN Mar,” jelas PLH Ketua PN Marisa, Christine victoria siregar SH, saat membacakan amar putusan dalam konferensi pers, Kamis (19/1/2023).

Ketua PLH PN Marisa juga menjelaskan, perkara ini memiliki hak kepada terdakwa dan juga penuntut umum untuk mengajukan upaya hukum apabila tidak puas dengan hasil putusan tersebut.

“Nah dalam hal ini, saya selaku Plh Ketua PN Marisa tidak dapat berkomentar terkait perkara ini. Karena perkara ini telah diputus oleh Majelis Hakim yang ditunjuk,” tandasnya.

Sebagai Informasi, Syamsurizal Suleman alias Didin dijerat hukuman badan selama 12 tahun usai melanggar Pasal 46 ayat (1) Junto Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pasal 16 UU Perbankan menyebutkan, setiap pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan wajib terlebih dahulu memperoleh izin usaha sebagai Bank Umum atau Bank Perkreditan Rakyat dari Pimpinan Bank Indonesia, kecuali apabila kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dimaksud diatur dengan Undang-Undang tersendiri (sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan).

Reporter: Hendrik Gani