Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Nelson Apresiasi Keluhan Kadis PM-PTSP Terkait Minimnya Fasilitas

Dulohupa.id – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, untuk mengapresiasi keluhan dari Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Gorontalo, terkait kurangnya fasilitas yang akan digunakan untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat dalam hal pemberian perizinan.

Hal ini disampaikan oleh Nelson Pomalingo, saat melaksanakan rapat bersama di Kantor PM PTSP Kabupaten Gorontalo, dimana menurutnya sebagai dinas yang banyak memberikan konstribusi dari segi anggaran, perlu mendapatkan perhatian untuk diapresiasi.

“Tolong bu sek agar PM PTSP harus diperhatikan. Jangan hanya instasi yang tidak memberikan tambahan anggaran yang diberikan anggaran, sementara yang menghasilkan kurang mendapatkan perhatian. Kemudian juga bagian aset, tolong dicek instansi yang punya kendaraan lebih, kalau bisa ditarik dan diberikan ke PM PTSP yang membutuhkan fasilitas kendaraan sebagai oprasional mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut Nelson Pomalingo mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kinerja dari PM PTSP, karena ditahun 2020 ini banyak target yang telah dilampaui, bahkan mencapai lebih dari 100 persen, sehingga ini sangat membanggakan.

“Saya berharap ini menjadi contoh bagi instansi lainnya. Saya sering sampaikan, untuk membangun daerah tidak cukup jika hanya mengandalkan APBD.. Tapi bagaimana kita bisa menghasilkan tambahan anggaran lainnya, sehingga pembangunan akan benar-benar meningkat, dan rakyat akan semakin sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu Kadis PM PTSP Dewi Masita Usman dalam laporannya menyampaikan, saat ini di PM PTSP ASN berjumlah 20 orang, sedabgkan tenaga kontrak sudah termasuk Satpol PP dan supir berjumlah 13 orang sehingga masih sangat kekurangan tenaga kerja.

Bahkan ada juga kepala seksi yang tidak memiliki staf, sehingga ini butuh perhatian dan kebijakan untuk kiranya mendapatkan aprsiasi untuk penambahan staf.

“Kekurangan kita yang sangat dibutuhkan adalah fasilitas komputer. Karena setiap kali kita akan membuat laporan, masih akan menunggu antrian komputer maupun Laptop yang masih digunakan untuk pelayanan perizinan. Sehingga ini pun kami sangat membutuhkan kebijakan dan perhatian dari pimpinan. Paslanya anggaran kita di 2020 hanya kurang lebih 900 juta, itu pun sudah dipotong 100 juta lebih untuk penanggulangan Covid-19,” terang Dewi Masita Usman. (Dhedy)