Dulohupa.id-Sejumlah pedagang di Kecamatan Batudaa tetap nekat melaksanakan perayaan Malam Qunut, walaupun sudah ada imbauan dari pemerintah setempat. Bahkan, tim Polsek Batudaa beserta Babinsa turun ke lokasi untuk melakukan imbauan dan arahan kepada pedagang dan sejumlah pengunjung, untuk tidak merayakan malam itu dengan keramaian.
“Kami sudah melakukan imbauan dan arahan kepada masyarakat ataupun kepada pedagang agar tidak melaksanakan perayaan Malam Qunut, dan kalau tetap buka kemungkinan kami akan bubarkan,” ungkap Kapolsek Batudaa, Iptu Harsono saat ditemui di Pasar Payunga, Kecamatan Batudaa, Selasa (27/4) malam.
Sebelumnya tradisi Malam Qunut ini biasanya dilaksanakan di Lapangan Porbat Batudaa. Kata Harsono, tiba-tiba masyarakat dengan sendirinya ke Pasar Payunga, Kecamatan Batudaa.
“Kami sudah lakukan imbauan kepada masyarakat setempat sore tadi, agar tidak melaksanakan perayaan Malam Qunut, tapi tidak punya kegiatan yang menimbulkan kerumunan tersebut dipindahkan, dan itu atas dasar terjadi karena keinginan masyarakat dalam merayakan tradisi setiap tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Harsono, ia sangat mengapresiasi para pengunjung dan pedagang. Sebab, dengan adanya himbauan dan arahan, satu-persatu pengunjung meninggalkan lokasi dan meninggalkan kerumunan yang terjadi, begitu juga dengan pedagang langsung ikut menutup dagangnya.
“Ini sudah jelas, sesuai keputusan Forkopimda Provinsi Gorontalo kemarin, pasar senggol atau tradisi pasar di malam qunut ini,ditiadakan tahun ini. Jadi saya harap seluruh masyarakat mematuhi aturan yang ada. Saya juga mengimbau, tolong dipatuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona,” tandanya.
Kegiatan tradisi Malam Qunut pada 2021 sendiri, akan berlangsung tiga hari, sejak Selasa 27 April 2021 hingga 29 April 2021.
Reporter: Fandiyanto Pou











