Untuk Indonesia

Nekat Memancing, Petani di Wanggarasi Tewas Tenggelam

Dulohupa.id- Seorang warga bernama Ahmad Tuliabu (33) ditemukan BPBD dalam keadaan meninggal setelah sebelumnya dinyatakan hilang tenggelam pada Sabtu (16/1) siang kemarin.

Ahmad yang merupakan warga Desa Wanggarasi, Kecamatan Wanggarasi Timur ini dinyatakan hilang setelah mengalamai kecelakaan saat mencari ikan bersama lima kerabatnya di perairan Teluk Tomini, Pohuwato.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Dulohupa.id, keenam dari orang ini pekerjaannya bukanlah nelayan, melainkan petani. Namun memberanikan diri untuk turun melaut.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Pohuwato, Iswan Gau menuturkan, mereka mencari ikan dilaut dengan menggunakan pukat. Tapi, kejadian naas menimpa mereka saat mereka pulang.

Baca Juga:  Sungai Meluap, Jembatan Gantung Bulango Ambruk

Perahu yang mereka tumpangi terbalik setelah dihantam ombak dengan ketinggian yang diprediksi oleh Iswan setinggi tiga meter.

“Perahu yang mereka tumpangi disambar ombak, dan terbalik. Mereka berenam ini berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing, dan 5 orang berhasil selamat dan menepi di pulau. Namun, satu orang tidak bisa terselamatkan, dia kelelahan dan teman-temannya yang lainnya juga tidak sempat menolong karena dalam kelelahan yang berat juga,” kata Iswan kepada Dulohupa.id, Minggu (17/1).

Baca Juga:  Merusak TV, Anak 4 Tahun Ini Dipukuli Tantenya Hingga Memar

Iswan melanjutkan, setelah peristiwa itu, Ahmad dikabarkan menghilang. Dan informasi kehilangannya itu langsung direspon oleh pihak BPBD. Namun, pencarian sempat dihentikan akibat cuaca buruk dan gelombang laut sangat tinggi.

“Kami menghentikan pencarian saat menerima informasi kemarin, gelombang laut kemarin berada di ketinggian 3.5 meter,” tuturnya.

Kata Iswan, setelah tim BPBD melanjutkan pencarian tadi pagi, Ahmad ditemukan sudah tak bernyawa lagi.

“Sudah meninggal dunia. Hanya lima orang kawannya yang berhasil selamat,” terang Iswan lagi.

Baca Juga:  Terduga Teroris Pohuwato Ditangkap Saat Makan Nasi Kuning

Kepala BPBD Pohuwato juga sebelumnya sudah memperingati warga Pohuwato untuk belum melakukan aktivitas melaut, karena perkiraan cuaca buruk ini sampai bulan Februari.

“Cuaca buruk yang mengakibatkan satu orang warga desa Wanggarasi itu meninggal dunia, dan perkiraan cuaca ini sampai Februari,” terang Ramon Abdjul, Kepala BPBD Pohuwato, Minggu (17/1).

Ramon juga mengharapkan, warga Pohuwato untuk tetap waspada terhadap cuaca buruk yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.