Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB POHUWATO

Meski Bukan di Pesisir, Desa Sipayo Budidaya Ikan Bubara

×

Meski Bukan di Pesisir, Desa Sipayo Budidaya Ikan Bubara

Sebarkan artikel ini
Budidaya ikan
KKN UNG di Desa Sipayo Gandeng Dinas Perikanan menggelar FGD Tentang Budidaya Ikan Bubara Menggunakan Keramba.foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Meski tidak terletak di pesisir pantai, akan tetapi Desa Sipayo memiliki tempat budidaya ikan bubara yang berada di pesisir pantai Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Melihat hal itu, mahasiswa KKN Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang berada di Desa Sipayo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan masyarakat terhadap pengembangan dan budidaya ikan bubara (Kuwe) di kawasan pedesaan untuk kemandirian ekonomi.

Kepala Desa Sipayo, Djafar Monoarfa menyampaikan, memang Desa Sipayo ini jauh dari laut, namun dengan adanya program pemberdayaan masyarakat maka pemerintah desa memberikan keramba kepada masyarakat Desa Sipayo untuk tempat membudidayakan ikan bubara. Karena memang sebagian masyarakat Desa Sipayo ini memiliki KTP dengan pekerjaan sebagai nelayan.

“Memang Sipayo ini letaknya jauh dari pesisir. Tapi tidak sedikit juga masyarakat yang memiliki KTP nelayan. Sehingga kami pemerintah desa berinsatif memberikan program pemberdayaan masyarakat dengan cara memberikan usaha keramba kepada beberapa warga yang berprofesi sebagai nelayan,” ujar Djafar Monoarfa, Jumat (13/9/2024)

Sementara Penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Pohuwato, Anung Widiyanto menjelaskan beberapa macam yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang nelayan yang memiliki keramba.

Menurut Anung cara membudidayakan ikan bubara atau ikan kuwe itu gampang-gampang susah, entah itu dari suhu, dan oksigen yang dibutuhkan oleh ikan bubara yang dibudidaya. Hal yang perlu diperhatikan juga terkait pakan ikan. Pakan sendiri bisa mencapai 80 persen dari biaya usaha budidaya, apalagi untuk ikan bubara itu sendiri. Sebab, ikan bubara sendiri merupakan ikan yang karnivora.

“Dengan budidaya ikan bubara ini banyak yang harus diperhatikan. Dan bagaimana caranya agar masyarakat dapat mencari pakan ikan yang efisien, karena ikan bubara ini makanan yang harus disediakan itu tidak sedikit. Selain pakan, pembudidaya juga harus memperhatikan suhu, oksigen. Sehingga tempat peletakan keramba juga harus diperhatikan,” jelas Anung

Disamping itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNG, Lisnawaty Badu SH,MH menjelaskan bahwa universitas sendiri memiliki program pengembangan Teluk Tomini.

Pengembangan Teluk Tomini artinya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi zaman 5.0, entah itu dari sisi kelautan hingga sisi pendidikan yang tidak lain bertunjuan untuk meningkatkan SDM masyarakat yang berada di Teluk Tomini itu sendir.

Hadir dalam FGD oleh KKN UNG berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Pohuwato turut dihadiri oleh, Penyuluh Perikanan, Anung Widiyanto, Kepala Desa Sipayo, Djafar Monoarfa, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNG, Lisnawaty Badu SH.MH, Julisa Aprilia Kaluku SH.MH, Janwar Hippy SH.MH, serta Karang Taruna Olongia dan sejumlah masyarakat Desa Sipayo.

Reporter: Hendrik Gani