Dulohupa.id – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf menanggapi persoalan yang dialami oleh 40 ribu masyarakat yang dirugikan oleh investasi bodong FX Family.
“Kita akan tindaklanjuti, pasti tidak ada pendiaman, tidak akan ada pembiaran terhadap hal ini,” ungkap Paris, saat menemui masa aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Stabilitas Daerah, di depan kantor DPRD Provinsi Gorontalo, siang kemarin (Senin, 03/01/2022).
Paris mengaku prihatin dengan apa yang terjadi pada masyarakat. Sebab saat ini masyarakat mengalami masalah ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tetapi timbul lagi permasalahan yang membuat masyarakat lebih tersiksa.
“Karena saudara-saudara adalah masyarakat kami, adalah warga kami, keprihatinan yang saudara terima adalah keprihatinan kita semua. Ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang merong-rong kehidupan kita, tiba-tiba ada tsunami investasi yang melanda saudara-saudara. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menyikapi hal ini,” tegas Paris Jusuf.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa dari sejak kejadian ini, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah bahkan komisi l sudah diperintahkan untuk mengambil langkah-langkah tersebut dalam bentuk rekomendasi dan akan melakukan pertemuan.
“Kami sudah mengambil langkah-langkah dan komisi l sudah diperintahkan mengambil langkah-langkah tersebut dalam bentuk rekomendasi, dan sebentar mereka akan mengadakan pertemuan, dan apa yang jadi tuntutan sudara itu sudah disikapi,” ujarnya
Tak hanya itu, dirinya juga mengaku bahwa permasalahan investasi yang saat ini dialami oleh masyarakat Provinsi Gorontalo, sudah menjadi perhatian Forkompinda juga.
“Ini juga sudah jadi perhatian Forkompinda, insyaallah kita akan tindaklanjuti ini. Saya salah seorang dari Forkompinda, dan untuk hal-hal lain Kejaksaan, Kapolda, dan Gubernur pasti ada langkah-langkah karena sudara-saudara adalah masyarakat kami,” imbuhnya.











