Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINEPERISTIWA

Menyesal Lecehkan Siswinya, Oknum Guru di SMA Suwawa Menangis

×

Menyesal Lecehkan Siswinya, Oknum Guru di SMA Suwawa Menangis

Sebarkan artikel ini
Guru SMA Suwawa
Suasana salah satu SMA Negeri di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Oknum guru di SMA Negeri 1 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu siswi mengaku menyesal atas perbuataannya.

Ia bahkan menangis saat diintrogasi Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Suwawa, Lisna Nalole yang kecewa terhadap pegawainya. Bahkan Kepsek sempat memukul terduga pelaku pakai bantal.

“Ketika datang, dia (oknum guru) duduk di kursi situ (sofa), yang saya lakukan pertama saking emosinya, saya ambil bantal itu, saya pukul dulu dia (pelaku) pakai bantal. Karena sudah tidak mampu mengungkapkan kata-kata,” ujar Kepsek Lisna, Senin (18/3/2025).

Saat dipukul pakai bantal sofa, terduga pelaku kemudian bertanya alasan Kepsek memukul dirinya.

“Ada apa ini ibu, ada apa? (tanya pelaku kepada kepsek). Saya bilang apa yang kau lakukan sama korban?, dia bilang apa ini, apa yang ibu maksud. Saya bilang jangan mengelak, tadi korban saya sudah interogasi, langsung dia (pelaku) syok, dia menangis. Baru dia (pelaku) bilang ibu somo mati jo saya, kata pertama dia, karena dia menyesal,” cerita Lisna.

Pelecehan SMA Suwawa
Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Suwawa, Lisna Nalole saat diwawancarai awak media. foto/DUlohupa

Terduga pelaku sempat bertanya soal apa saja yang telah diceritakan korban kepada pihak sekolah. Kata Lisna, usai diceritakan kembali, pelaku membenarkan hal tersebut.

“Hanya itu, dia (pelaku) tidak mampu lagi berkata membela diri lagi itu sudah tidak ada. Jadi dia menangis,” ucapnya.

Sebagai informasi, Terduga pelaku merupakan guru PPPK di SMAN 1 Suwawa yang mengajar mata pelajaran ekonomi dan prakarya. Diketahui oknum guru sudah 7 tahun berada di sekolah tersebut dan menjabat sebagai Pembina Osis.

Sebelumnya kepada awak media, korban mengaku dilecehkan dua kali oleh oknum guru.

“Pertama saya dibuat begitu tanggal 24 Februari 2025 di hari Senin, terus yang kedua di hari Selasa 25 Februari 2025” ujar korban.

Bahkan, aksi bejat oknum guru ini dilakukan masih dalam jam sekolah, dengan alasan perbaikan nilai untuk si korban.

Awalnya oknum guru me-whatsappnya, dan meminta untuk datang ke ruang Osis sekolah tersebut. Saat korban sampai di ruangan itu, pelaku kemudian menutup pintu dan mengarahkan agar korban duduk di atas matras yang di ruangan itu.

Sementara kasus ini telah ditangani Unit PPA Polres Bone Bolango. Polisi telah mendatangi TKP, serta sejumlah 5 saksi telah dimintai keterangan, kemudian segera akan dilakukan gelar perkara, untuk ditingkatkan pada tahap penyidikan.

“Kami sampaikan benar, pada hari Jumat tanggal 14 Maret 2025 sekitar pukul 09.57 wita, telah datang di SPKT Polres Bone Bolango seorang perempuan didampingi orang tuanya, melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan,” ucap Wakapolres Bone Bolango, Kompol Karsum Ahmad

Kata Kompol Karsum, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum.

Reporter: Yayan