Untuk Indonesia

Mengedarkan Pil Double L, Dua Pria Diringkus Satreskrim Polres Tulungagung

Pil double L (Triheksifenidil HCL) termasuk dalam obat daftar G (Gevaarlijk)  yang artinya berbahaya.

Dulohupa.id- Satresnarkoba Polres Tulungagung meringkus dua pria yang merupakan pengedar pil double L di wilayah tersebut. Keduanya adalah SGH alias Gentong (33) dan DW (25) warga Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim).

Paur Subbag Humas Polres Tulungagung, IPTU Nenny Sasongko membeberkan, bahwa pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, bahwa Getong dan DW memang sering melakukan transaksi pil berbahaya tersebut di wilayah Ngunut.

Mendapat informasi tersebut, Unit SatReskrim Polres Tulungagung segera melakukan penyelidikan dan penangkapan. Hasilnya, tersangka ditangkap beserta sejumlah barang bukti.

“Dari penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 354 butir pil double L yang dibungkus dalam plastik klip dan kertas grenjeng, uang tunai dari hasil penjualan Rp 350 ribu. (lalu) dua buah Hp merk Oppo warna Gold-putih dan merk Redmi warna hitam,” bebernya, Senin (22/2).

SGH alias Gentong (33) dan DW (25) warga Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) sebagai pengedar Pil Double L/doc Dulohupa.id

Kata Nenny, kedua pria tersebut saat ini tengah diamankan di SatResnarkoba Polres Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Kata Nenny, atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan  Pasal 197 sub Pasal 196 Jo Pasal 98 (2) UU RI no 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Pil double L (Triheksifenidil HCL) termasuk dalam obat daftar G (Gevaarlijk)  yang artinya berbahaya. Biasanya kelompok Obat G ini hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Obat ini sebenarnya bukan termasuk ke dalam Narkoba maupun Psikotropika namun merupakan obat keras. Disebut obat keras karena jika pemakai tidak memperhatikan dosis, aturan pakai, dan peringatan yang diberikan, dapat menimbulkan efek berbahaya. Fly, tingkah lakunya tak terkontrol dan sebagainya.

Reporter: Soni Irawan

Comments are closed.