Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALOPERISTIWA

Massa Aksi Korban Investasi Bodong Surati Gubernur Minta Beraudiensi

×

Massa Aksi Korban Investasi Bodong Surati Gubernur Minta Beraudiensi

Sebarkan artikel ini
Massa aksi korban investasi bodong saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur siang tadi, Kamis (13/1/22). Foto: Faisal Husuna

Dulohupa.id – Permintaan massa aksi korban investasi bodong bertemu dengan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur siang tadi, Kamis (13/1/22) menemui jalan buntu. Karena itu, Koordinator Aksi Rizal Ladiku akan menyurati Gubernur untuk beraudiensi bersama massa aksi pada Senin (17/1/22) nanti.

“Saya akan bersurat kepada Gubernur hari Senin (17/1) nanti,” tegasnya

Untuk itu juga, dirinya meminta kepada Asisten III Pemprov Gorontalo, Iswanta yang menerima mereka saat itu, agar meneruskan hal tersebut kepada Gubernur Gorontalo.

”Tolong disampaikan kepada pak Gubernur,permohonan maaf kami kalau saat ini tidak memberikan surat (pemberitahuan untuk bertemu), karena kami ada yang dari Pohuwato, Boalemo, Gorut, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango, Namun untuk pertemuan Senin nanti kami harap Pak Gubernur ada,” ungkapnya

Sementara itu, Asisten III Pemprov Gorontalo, Iswanta menyampaikan bahwa sebelum melakukan pertemuan dengan Gubernur, dirinya meminta kepada massa aksi dapat memberikan surat pemberitahuan lebih dulu agar pertemuan yang diinginkan bisa dijadwalkan.

“Kami mengharapkan setiap ada pertemuan dengan pejabat kalau memang ada pemberitahuan, (bisa kita jadwalkan) karena siapa tahu, jangan sampai kalau tanpa surat pemberitahuan, sudah terlanjut hadir, ternyata ada agenda lain,” ungkapnya

Katanya, ketidakhadiran Gubernur pada aksi tadi, bukan tanpa alasan. Namun memang masih ada agenda di luar.

“Hari ini beliau hampir seharian bersama dengan Pangdam (Panglima Kodam) meninjau kondisi lapangan pembuatan jalan, jembatan, hasil kerja dari TNI masuk desa, termasuk rencana pembangunan Secaba” Tolong, untuk minta dijadwalkan sehingga ada titik temu, antara masyarakat dengan dengan pimpinan, sehingga bisa dijadwalkan waktunya,” ucapnya

Reporter: Faisal Husuna