Dulohupa.id- Secara tegas Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan jika dirinya menerima tantangan yang diberi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa. Tantangan itu berupa membenahi kawasan-kawasan kumuh di Kota Gorontalo.
Tantangan itu sendiri kata Marten, bukanlah sesuatu yang sulit, sebab sebetulnya pihaknya sudah melakukan itu selama ini. Misalnya saja dilihat dengan beberapa program yang sudah berjalan saat ini. Yakni program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Program itu telah banyak menyulap wilayah-wilayah kumuh menjadi kawasan yang tertata rapi.
“Program ini sudah jalan sebenarnya di Kota Gorontalo, melalui dua program yaitu program melalui Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), kemudian program penguatan kawasan-kawasan baik skala lingkungan maupun skala kawasan yang kita jadikan untuk menjadi kawasan yang bersih, sehat, indah dan rapi,” jelas Marten saat ditemui usai acara Musyawarah Wilayah (Muswil)ke-5 DPW PPP di Ballroom Maqna Hotel, Kota Gorontalo (22/05).
Tidak hanya itu, ia menuturkan sebelumnya kawasan yang tadinya tidak ada Prasarana Sarana Utilitas (PSU) sekarang sudah ada sarana Utilitas. Nah ada beberapa kawasan yang ada di Kota Gorontalo akan dijadikan kawasan kumuh.
“Pada tahun 2017 Kota Gorontalo ada 462 Hektar kawasan kumuh, kemudian seiring perjalanan waktu kita lakukan pengurangan, sekarang tinggal kurang lebih 40 hektar itu yang akan kita tata,” tutur Marten.
Karena itu, pihaknya akan segera menindaklanjuti tantangan yang diberikan Menteri Suharso. “Karena kita sudah diberi tantangan oleh pak Menteri RI, saya akan segera membuat proposal base dan diusulkan ke beliau, muda-mudahan di tahun 2022 bisa beroleh alokasi anggaran untuk penataan kawasan kumuh di Kota Gorontalo,” tutup Marten.
Reporter: Yusuf Konoli











