Dulohupa.id – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menyebutkan bahwa masih banyak potensi objek-objek yang harusnya dikenakan retribusi dan pajak, namun belum mampu digarap dan dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meskipun terdapat banyak objek pajak yang belum dimaksimalkan, Walikota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Gorontalo setiap tahun mengalami peningkatan. Dimana dari tahun 2014 PAD hanya sebanyak 27 Milyar, namun saat ini meningkat menjadi 300 Milyar.
“Ini artinya banyak potensi pajak yang belum tergarap sehingga kita tidak tau bahwa ternyata ada potensi PAD tapi belum digarap sepenuhnya. Misalnya pajak bumi dan bangunan, belum semua bangunan yang ada di wilayah kota itu ada pajaknya. Karena jika kita lihat dari luasan wilayah dan jumlah bangunan yang ada, belum seimbang dengan pajak yang masuk. Itulah kenapa saya bilang kita punya potensi tapi belum digarap sepenuhnya. Sehingga kuncinya adalah identifikasi dan inventarisasi objek-objek pajak yang ada,” Tegas Marten Taha saat diwawancarai, Senin (03/04/2023).
Bukannya hanya itu, pajak reklame atau iklan juga disebut belum mampu ditangani dengan baik, dimana masih banyak orang yang memasang iklan sembarangan dan tidak melapor maupun meminta izin kepada pihak terkait. Disisi lain, ketika itu teridentifikasi maka tentu hal itu akan dikenakan pajak dan menjadi pendapatan daerah. Oleh karenanya, Marten Taha mengharapkan pengawasan dan evaluasi dilapangan dapat lebih diintensifkan.
“Hal-hal demikian banyak yang lolos dari pengamatan kita semua, sehingga ada objeknya tapi tidak dilakukan pungutan pajak atau retribusi karena tidak terindentifikasi. Maka saya menekankan agar petugas dilapangan harus lebih cekatan dan jelih. Jika didapati itu harus diberikan sanksi, minimal diturunkan iklan yang dipasangnya,” Tegas Marten.
Lebih lanjut, Marten mengungkapkan bahwa hingga saat ini pajak hotel, restoran dan hiburan menjadi sektor penyumbang PAD tertinggi di Kota Gorontalo. selain itu, pajak bumi dan bangunan serta retribusi parker dan retribusi lainnya juga menjadi penyumbang yang cukup besar bagi PAD Gorontalo.
“Sementara untuk sektor pariwisata, juga kita kenakan retribusi dan pajak, tapi kita hidupkan dulu pariwisatanya. Sehingga kalau dia sudah mulai tumbuh bagus dan berkembang baru kita kenakan biaya retribusi sesuai dengan kondisi dari pariwisata itu sendiri,” Imbuhnya.
Reporter: Kris











