Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKOT GORONTALO

Marten Taha: Penerapan PSBB Harus Melalui Kajian dari Tim Ahli

70
×

Marten Taha: Penerapan PSBB Harus Melalui Kajian dari Tim Ahli

Sebarkan artikel ini
Pemkot-Gorontalo-PSBB-butuh-kajian-dulohupa.id-
Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan operasi yustisi. (F. Habari.id)

Dulohupa.id – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak mudah dilakukan, oleh suatu daerah. Karena harus melalui beberapa tahap dan proses, salah satunya kajian-kajian dan penelitian kasus pandemi Covid-19, dari tim ahli. Begitu kata Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Jumat (02/10/2020).
Dia jelaskan, prosedur yang harus ditempu suatu daerah yang ingin memberlakukan PSBB, seperti diawali dengan kajian-kajian dari tim ahli seperti diungkapkannya tadi.

Kemudian jika hasil kajian dan penelitian itu menjelaskan, bahwa peningkatan kasus pandemi Covid-19 di daerah terkait meningkat, baik yang meninggal dan positif.

Maka daerah terkait, menggelar rapat terpadu dengan pihak mulai dari Pemerintah Daerah, Forkopimda, Tim Gugus Tugas, Tim Ahli dan unsur terkait lainnya untuk menyamakan persepsi dalam menentukan kebijakan akhir.

Selanjutnya, dari hasil rapat tersebut barulah mengajukan atau menyurat ke Kementerian Kesehatan RI, melalui Pemerintah Provinsi untuk mengusulkan pemberlakuan PSBB di daerah terkait.

Meski daerah sudah mengusulkan ke Pemerintah Pusat, Kemenkes RI tidak serta merta langsung menyetujui usulan itu, karena mereka akan melakukan hal yang sama seperti dilakukan daerah.

“Jadi kesimpulannya, tidak mudah untuk memberlakukan PSBB, banyak pertimbangan yang harus dikaji di dalamnya, apalagi Pemerintah Pusat sekarang ini lagi gencar-gencarnya melakukan pemulihan ekonomi nasional dan daerah,” ujar Marten.

“Di Kota Gorontalo sendiri, kita harus melihat perkembangan kasus yang diakibatkan covid-19, baik yang meninggal atau positif. Nah perkembangan di Kota Gorontalo disebabkan ada swab test secara masal …”