Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Upaya Para Pihak Selamatkan Cagar Alam Tanjung Panjang yang Kritis

Dulohupa.id – Upaya mencegah kerusakan terhadap ekosistem mangrove di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang (CATP), di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo bersama pemerintah desa setempat, melakukan penanaman mangrove pada Kamis, (1/10) kemarin. Penanaman bibit mangrove melibatkan unsur mahasiswa, petambak, dan Japesda.

Adapun penanaman tersebut, dilaksanakan sebagai komitmen untuk memulihkan kembali kawasan mangrove CAPT yang saat ini kondisinya sudah kritis. Penanaman itu juga diharapkan dapat memunculkan semangat di kalangan masyarakat, untuk menjaga kawasan CATP agar tak sekarat dan terancam keberadaannya.

Seperti yang diketahui, pengalihfungsian hutan mangrove menjadi tambak, telah mengancam keberadaan CAPT. Dari pengamatan dulohupa.id, kondisi ekosistem mangrove di wilayah ini sangat memprihatikan, dan terbilang sekarat.

Kepala BKSDA Wilayah II Gorontalo, Sjamsuddin Hadju bahkan mengatakan, bukaan lahan di wilayah ini telah mencapai 93,31 persen, dengan luas lahan yang rusak mencapai sekitar 3.129,48 hektare.

“Mirisnya, sebagian besar bukaan lahan tersebut dialihfungsikan menjadi kawasan tambak,” ujar Sjam.

Syam sendiri berharap, dalam empat hingga lima tahun ke depan, pihaknya dapat memulihkan seperempat hutan mangrove yang telah dialihfungsikan menjadi kawasan tambak tersebut, agar fungsinya dapat dirasakan oleh semua orang.

“Saya sangat mengidamkan tempat ini kembali ke fungsinya sebagai kawasan konservasi Cagar Alam Tanjung Panjang. Oleh karena itu, dilakukan upaya pemulihan ekosistem di tempat ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapakan Neni Giasi, Kepala Desa Siduwonge. Menurutnya, pemulihan ekosistem perlu dilakukan di tempat itu. Upaya itu sebagai komitmen menjalankan para pihak pada tahun-tahun kemarin.

“Selama tidak ada pihak yang dirugikan, saya senang komitmen untuk mempertahankan kawasan konservasi telah dijalankan,” tutup dia.

Reporter: Zulkifli Mangkau
Editor  : Wawan Akuba