Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Warga Tanam Ribuan Bibit Mangrove untuk Selamatkan Cagar Alam Tanjung Panjang

80
×

Warga Tanam Ribuan Bibit Mangrove untuk Selamatkan Cagar Alam Tanjung Panjang

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id – Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda), Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara Seksi Wilayah II Gorontalo, serta Pemerintah Desa Siduwonge dan Mahasiswa Jurusan Biologi, Universitas Negeri Gorontalo, melakukan penanaman mangrove di kawasan konservasi Cagar Alam Tanjung Panjang (CATP), di Desa Siduwonge, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Kamis (1/10) kemarin.

Penanaman mangrove tersebut menghabiskan sekitar tiga ribu bibit mangrove dalam dua hektare lahan. Penanaman itu, terbilang berskala besar dan baru kali ini dilakukan di CATP.

Kepala BKSDA Wilayah II Gorontalo, Sjam Suddin Hadju mengatakan, jika kegiatan tersebut dilakukan untuk memulihkan ekosistem mangrove yang telah dirusak di kawasan CATP. Juga sebagai bentuk komitmen untuk mempertahan kawasan CATP agar tetap menjadi wilayah konservasi, seperti yang telah disepakati oleh berbagai pihak melalui forum diskusi yang dilakukan pada tahun-tahun kemaren.

“Kami dipercayakan oleh BPDAS-HL, untuk melakukan pemulihan ekosistem sebanyak sepuluh hektare lahan di tempat ini,” ujar Sjam di sela-sela kegiatan, Kamis (1/10/2020).

Saat ini kata Sjam, sekitar 3.129,48 hektare luasan hutan mangrove atau sebesar 93.31% alih fungsikan menjadi kawasan tambak.

Sjam sendiri berharap, melalui penanaman mangrove dengan berskala besar ini dapat memulihkan seperempat hutan mangrove yang telah dialihfungsikan menjadi kawasan tambak tersebut.

Kegiatan pemulihan ekosistem tersebut, juga diikuti oleh beberapa orang penggarap tambak yang ada disekitar lokasi pemulihan. Salah satunya Abdul Gani (40), penggarap yang baru dua tahun menetap di Desa Siduwonge itu mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini.