Dulohupa.id – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama membantah adanya pernyataan kurangnya perhatian pemerintah kepada atlet Sepak Takraw Gorontalo. Bantahan itu ditekankan Fikram terkait 10 atlet sepak takraw Gorontalo yang hengkang ke Jawa Barat.
Pindahnya para atlet tersebut memang menuai banyak perdebatan. Menurut pengakuan beberapa altet yang saat ini telah menjadi atlet Jawa Barat tersebut bahwa, mereka merasa lebih mendapat perhatian dan kontrak yang lebih bagus di daerah yang mereka bela saat ini.
“Mereka pindah atas rekomendasi KONI Provinsi Gorontalo, dasarnya karena surat dari pengprov PSTI. Yang mana pengurus sepak takraw merekomendasikan mereka untuk pindah. Saat ini saya mengklarifikasi kepada pengurus takraw kenapa mereka diberikan rekomendasi untuk pindah domisili,” Ungkap Ketua KONI Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama.
Fikram mengungkapkan bahwa alasan mereka pindah karena pertama mereka sudah tidak dapat lagi dipakai di Gorontalo. Hal ini dikarenakan telah adanya regenerasi yang lebih tangguh. Pertimbangan sosial ekonomi para atlet juga menjadi alasan pindahnya atlet tersebut.
“Karena di Gorontalo mereka sudah tidak lolos lagi untuk seleksi menjadi atlet, maka dengan Pertimbangan ekonomi membuat mereka pindah ke Jawa Barat. Itupun dengan Pertimbangan karena mereka dikontrak untuk bermain disana,” Ujar Fikram, Kamis (17/11/2022).
KONI Provinsi Gorontalo dengan tegas mengatakan bahwa, atlet yang membawa nama baik Gorontalo pada ajang PON Jawa Barat 2016 silam itu telah mendapatkan penghargaan oleh pemerintah provinsi Gorontalo.
“Tidak benar itu tidak ada perhatian pemerintah, Mereka yang dapat medali emas di PON Jawa Barat lalu sudah diberi penghargaan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Bahkan pak walikota memberikan bonus rumah,” Tegas Ketua KONI Provinsi Gorontalo.
Fikram Salilama menambahkan bahwa pada prinsipnya para atlet tersebut tidak lolos lagi menjadi atlet di Gorontalo dan tidak ada tempat untuk mereka menyalurkan bakat.
“Karena mereka istilahnya sudah kadaluarsa, tapi daerah lain masih membutuhkan mereka karena di Daerah tersebut kekurangan atlet seperti yang ada di Gorontalo. Saya menerima surat dari pengprov takraw, merekomendasikan atlet takraw tersebut dipersilahkan untuk pindah,” Tandasnya.
Menurutnya, pertimbangan pengprov sepak takraw Gorontalo memberikan rekomendasi pindahnya atlet tersebut dikarenakan tidak ada sarana yang bisa digunakan untuk mereka.
“Kalau mereka bertahan disini mau menggunakan sarana apa, tidak ada kasihan. Sehingga mereka pergi ke Daerah yang lemah sepak takrawnya. Kalau standar Gorontalo mereka tidak lagi digunakan,” Tutup Fikram Salilama.
Reporter: Kris











