Dulohupa.id – Provinsi Gorontalo resmi menjadi provinsi ke-12 di Indonesia yang membentuk Asosiasi Permancingan Republik Indonesia (APRI). Deklarasi dan pengukuhan pengurus provinsi berlangsung pada Sabtu 8/11/25 di Fox Hotel Gorontlao, yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, pengurus pusat APRI, serta komunitas pemancing dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, yang hadir mewakili Gubernur Gorontalo, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terbentuknya organisasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa APRI merupakan salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) yang bergerak di bidang olahraga masyarakat.
“Alhamdulillah, sesuai informasi dari Ketua Umum tadi, Gorontalo merupakan provinsi ke-12 yang membentuk APRI. Ini termasuk olahraga masyarakat di bawah KORMI,” ujar Danial.
Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat 23 Inorga yang telah terbentuk di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, keberadaan APRI sangat relevan dengan potensi bahari daerah, yang dikenal memiliki sumber daya laut melimpah, termasuk ikan tuna berkualitas ekspor.
“APRI berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber daya bahari dan menolak praktik penangkapan ikan ilegal. Mereka juga siap berkolaborasi dengan TNI AL, Polairud, dan pemerintah daerah untuk menjaga laut Gorontalo,” ungkapnya.
Danial berharap keberadaan APRI dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media dalam menjaga kelestarian alam serta memajukan wisata bahari Gorontalo.
Ketua Umum APRI, Kais Hariyanto, menyampaikan rasa bangganya atas terbentuknya APRI Gorontalo. Menurutnya, dukungan penuh dari berbagai pihak serta potensi geografis daerah menjadi modal kuat untuk mengembangkan wisata dan olahraga memancing di Gorontalo.
“Saya bangga sekali dengan terbentuknya APRI Gorontalo. Pemerintah daerah, KORMI, dan aparat keamanan sangat mendukung. Potensi laut dan danau di Gorontalo luar biasa. APRI harus bisa bergerak cepat mengembangkan wisata memancing dan membangun daerah,” kata Kais.
Ia menambahkan, APRI akan aktif dalam berbagai ajang olahraga tingkat nasional seperti Forprov dan Fornas, yang rencananya akan digelar di Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Budi Susanto Yunus, Kepala Bidang Humas APRI Gorontalo, menjelaskan bahwa APRI bukan hanya wadah penyaluran hobi, tetapi juga sarana edukasi bagi para pemancing agar lebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian perairan.
“Kami ingin agar kegiatan memancing tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberi dampak positif. Melalui APRI, kami menghimpun para pemancing agar punya visi yang sama dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan wisata daerah,” ujar Budi.
Saat ini APRI Gorontalo memiliki 41 anggota di tingkat provinsi. Ke depan, pihaknya akan memperluas jangkauan dengan membentuk Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) agar para pemancing di seluruh wilayah dapat berhimpun sesuai domisili masing-masing.
“Kami akan mendorong terbentuknya DPK di kabupaten dan kota. Jadi teman-teman pemancing di daerah juga bisa bergabung dan membentuk kepengurusan sendiri,” jelasnya.
Budi menambahkan bahwa APRI menaungi seluruh jenis pemancing, baik air tawar (freshwater) di sungai dan danau maupun air laut (saltwater). Selain itu, APRI juga akan mengedukasi para pemancing agar berperilaku ramah lingkungan saat beraktivitas.
“Masih banyak pemancing yang belum sadar pentingnya menjaga laut, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Lewat APRI, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” tegasnya.
Dengan terbentuknya APRI Gorontalo, diharapkan kegiatan memancing di daerah ini dapat berkembang lebih sehat, berkelanjutan, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir.
Reporter: Maya












