Dulohupa.id- Sebuah kolam sepanjang kurang lebih 20 meter membentang di tengah hijaunya Desa Padengo, Kecamatan Dengilo, Pohuwato. Kolam renang yang dibangun tepat di tengah hijaunya pegunungan desa dan kebun-kebun warga ini, menjadi tempat wisata alternatif warga Pohuwato.
Tidak hanya memiliki pemandangan yang asri, kolam renang tersebut rupanya juga memiliki wahana luncuran untuk anak-anak. Tak heran, kolam ini bisa jadi alternatif keluarga di hari libur.
Karena itu, Kepala Desa Padengo, Suharto Hasan mengaku, pihaknya akan kembali melakukan pembenahan terhadap destinasi wisata alternatif tersebut. Kolam renang dari dana dana desa 2021 tersebut kata dia, telah dianggarkan sejak 2020 kemarin, namun karena adanya refocusing anggaran, maka baru 2021 ini terlaksana.

“Anggaran ini dari APBDES 2021, ini sudah 2 kali saya anggarkan sejak 2020, tapi karena kena refocusing untuk penanganan Covid-19, maka ini terealisasi di tahun ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Suharto mengungkapkan, bahwa idenya untuk membangun destinasi wisata tersebut, sebetulnya muncul saat ia melakukan kunjungan belajar atau studi banding ke Pulau Jawa.
“Inspirasi itu timbul saat kita mengikuti studi banding, dan apa yang kita lihat di sana langsung kita terapkan di sini,” ujarnya.
“Inspirasi itu memang sudah ada pada saat saya belum menjabat sebagai Kepala Desa, inspirasi itu timbul saat peresmian bendungan ini, memang waktu itu orang tidak putus-putus berkunjung ke Padengo ini,” tambah dia.
Kolam renang Padengo sendiri jika diakses dari Ibu Kota Pohuwato, jaraknya hanya 25 kilometer atau 37 menit jika ditempuh menggunakan mobil roda empat.
Seorang warga Maleo, Cokro (28) mengungkapkan, adanya alternatif wisata, terlebih di dekat pegunungan seperti kolam renang tersebut, memang sangat strategis. Menurutnya, Pohuwato yang merupakan wilayah pesisir, tentu membutuhkan wisata alternatif lain, agar tidak hanya menghabiskan waktu di pantai saja.
“Ada kolam apalagi di dekat kebun warga, udaranya segar, saya pikir ini menarik sih, mas. Pertama karena ya kita bosan saja main laut terus,” ungkap Cokro.
Reporter: Hendrik Gani.











