Scroll Untuk Lanjut Membaca
Food & TravelGORONTALO

Duduli Khas Gorontalo, Hidangan yang Disiapkan saat Lebaran Ketupat

×

Duduli Khas Gorontalo, Hidangan yang Disiapkan saat Lebaran Ketupat

Sebarkan artikel ini
Duduli Gorontalo
Pembuatan Dodol atau Duduli Makanan Khas Lebaran Ketupat di Gorontalo.foto/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Sehari sebelum perayaan lebaran ketupat masyarakat di Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo mulai membuat dodol atau Duduli hingga nasi bulu.

Seolah dodol dan nasi bulu menjadi makanan inti saat perayaan lebaran ketupat di Gorontalo. Di Provinsi Gorontalo sendiri ada tiga perayaan hari raya setelah sebulan bulan Ramadhan yaitu, hari raya Idul Fitri, hari raya ketupat, dan Idul Adha.

Salah satu warga yang berada di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Hendrik Akedo mengaku hari raya ketupat di Gorontalo berawal dari warga Jawa Tondano yang ada di Gorontalo. Perayaan ketupat sendiri menjadi jalinan silaturahmi antara warga Jawa Tondano berkumpul yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo.

Namun semenjak berapa puluh tahun belakangan tradisi tersebut tersebar dan mulai diikuti oleh masyarakat di seluruh penjuru Provinsi Gorontalo.

Duduli atau dodol adalah menu yang dihidangkan warga di Gorontalo saat perayaan lebaran ketupat, seminggu setelah Idul Fitri

“Awalnya perayaan hari raya ketupat ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Tondano yang berada di Gorontalo. Kemudian tradisi yang sama juga mulai diikuti oleh masyarakat Gorontalo pada umumnya,” jelas Hendrik Akedo Jumat (27/3/2026).

Duduli

Sehari sebelum hari raya ketupat banyak kerabat dari berbagai daerah mulai datang ke Kecamatan Limboto Barat, tak hanya datang bersilaturahmi akan tetapi mereka juga mulai mempersiapkan makanan khas yang tak lain merupakan dodol dan nasi bulu.

Dodol sendiri dikenal luas di berbagai daerah, namun dodol atau yang dikenal di Gorontalo dengan nama lain duduli merupakan nama yang unik, terbuat dari campuran tepung ketan, santan, dan gula merah, lalu dibungkus daun woka (daun palem hutan) yang memberikan aroma khas. Penganan manis ini bertekstur kenyal, sering disajikan saat lebaran ketupat sebagai simbol persaudaraan.

Pembuatannya membutuhkan waktu lama (bisa mencapai 8-9 jam) dengan pengadukan terus-menerus secara gotong royong. Tekstur dan rasanya kenyal dan manis legit, sering ditambahkan kacang kenari di dalamnya.

Dalam pembuatan dodol sendiri bisa mencapai 15 sampai 30 kilogram. Setelah masak dodol disajikan dengan cara dibungkus di daun palem atau Ombulo. 15 sampai 30 kilo dodol sendiri bisa mendapatkan 100 sampai 200 bungkus dodol.

Dodol sendiri menjadi primadona bagi warga untuk diburu, banyak juga kerabat dari berbagai daerah datang ke saudara mereka dengan dodol yang menjadi ole-ole untuk mereka bawa pulang ke kampung halaman mereka. Karena dodol sendiri bisa bertahan sampai seminggu. Tergantung lama pembuatan dodol itu sendiri.

Reporter: Hendrik Gani