Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Kini Ada Sistem Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku, Mampu Memotret Titik Kerumunan

DULOHUPA.id- Memantau perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, saat ini telah di pasang 3,8 juta sistem aplikasi monitoring perubahan perilaku. Sistem tersebut disebar dalam 494 kabupaten dan kota di 43 provinsi seluruh Indonesia.

Sistem aplikasi ini adalah dengan memotret titik kerumunan. Peluncuran sendiri telah dilakukan pada pertengahan September 2020, dengan melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan Duta Perubahan Perilaku.

Dewi Nur Aisyah, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi mengatakan, jika cara kerja dari sistem ini adalah, setiap petugas di lapangan, akan memantau titik-titik kerumunan. Lalu, petugas tersebut melaporkannya, dan datanya akan langsung masuk ke suatu data base kemudian dilakukan analisa.

Petugas melaporkan kerumunan dan memasukkan data sekaligus foto. Misalnya kerumunan di pasar, mall, tempat wisata, dan tempat hiburan untuk memantau kepatuhan masyarakat yang rawan kerumunan.

“Aplikasi didesain khusus agar petugas lapangan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Duta Perubahan Perilaku langsung memantau. Para petugas tersebut langsung entry angka, setelah itu dianalisis, dan keluar hasil,” ujar Dr. Dewi Nur Aisyah dalam talkshow “Covid dalam Angka: Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Kamis (29/10) pagi.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi mengatakan, Duta Perubahan Perilaku yang terbentuk sejak September 2020 berjumlah 17.223 orang dari rencana sebanyak 28.000 orang.

Petugas di lapangan melakukan sosialisasi perubahan perilaku dengan target spesifik untuk perubahan. Adapun target yang disasar adalah petugas lapangan penyuluh KB, pendamping desa, dan juga datang door to door ke rumah target keluarga.

Sementara Duta Perubahan Perilaku, yang merupakan mahasiswa-mahasiswi, bertugas mendatangi tokoh-tokoh masyarakat, komunitas, pesantren, kantor, dan rumah makan.

“Mereka juga melaporkan hasil. Mereka juga harus jadi teladan. Mereka juga monitor kerumunan,” jelas Dr. Sonny.

Sistem ini, katanya, sudah menyatu (merging) dengan program perilaku pada Operasi Yustisi Satpol PP dan Kemendagri terkait laporan kegiatan pilkada akhir tahun ini.

“Aplikasi ini sementara baru sebatas untuk penggunaan android. Tapi nanti kita akan berlakukan ke yang lain,” jelas Sonny.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Editor