Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHajiHEADLINE

Kemenag Gorontalo Prioritaskan Pelayanan Jemaah Lansia/Disabilitas selama Ibadah Haji

×

Kemenag Gorontalo Prioritaskan Pelayanan Jemaah Lansia/Disabilitas selama Ibadah Haji

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Lansia
Pelayanan petugas haji kepada jemaah Lansia Tunanetra di asrama Haji Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo pastikan pelayanan terhadap jemaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas menjadi prioritas selama pelaksanaan ibadah haji.

Hal ini sesuai tagline atau slogan ramah lansia dan disabilitas dalam penyelenggaraan haji 2025 untuk memberikan layanan prima terhadap jemaah.

Kabid Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Mansur Basir pun mengatakan perhatian lebih bagi jemaah lansia dan disabilitas menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, khususnya saat layanan One Stop Service atau pemeriksaan kesehatan akhir dan perlengkapan dokumen administrasi.

“Saat layanan One Stop Service, jemaah lansia atau disabilitas itu tidak lagi melakukan antrian, artinya sudah diprioritaskan untuk langsung menerima layanan dari panitia. Kemudian nanti saat penerbangan, jemaah yang dinyatakan disabilitas atau lansia itu diberikan tempat duduk khusus. Pada prinsipnya ini adalah kebijakan bahwa semua yang lansia dan disabilitas diberikan porsi layanan yang lebih dibanding jemaah lain,” jelas Mansur Basir.

Lebih lanjut, Mansur juga menegaskan pendampingan dan pelayanan bagi jemaah lansia maupun disabilitas ini akan dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji hingga jemaah kembali di Gorontalo.

Salah satu jemaah disabilitas asal Kabupaten Gorontalo yang tergabung dalam kloter 30 embarkasi Ujung Pandang pun mengaku telah diberikan layanan prioritas oleh panitia dalam melewati tahapan sebelum keberangkatan.

“Waktu turun dari bus, panitia langsung menjemput dan dituntun, pokoknya pelayanan primalah karena langsung didahulukan saya punya mama yang tidak bisa melihat,” Anak Jemaah Disabilitas, Rusmiyati Kalsum.

Tim Liputan Dulohupa