Dulohupa.id – Pihak keluarga mahasiswa baru (Maba) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang diduga meninggal usai mengikuti pengkaderan jurusan menyetujui pelaksanaan ekshumasi terhadap jasad korban yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian.
Pihak kepolisian Polres Bone Bolango mengambil langkah untuk melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam korban HS untuk dilakukan pemeriksaan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Ekshumasi dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada 69 orang saksi yang diduga terkait dengan kasus tersebut.
Menyikapi hal itu, kakak korban, Mohamad Apriansyah mengaku bahwa pihak kepolisian telah mendatangi keluarga guna menyampaikan pelaksanaan ekshumasi terhadap jasad adiknya. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Apriansyah mengatakan bahwa pihak keluarga telah menyetujui rencana tersebut.
“kami dari pihak keluarga telah menyetujui pelaksanaan ekshumasi itu demi kepentingan penyelidikan serta sebagai bentuk keseriusan dan keberatan keluarga atas kematian adik saya HS saat mengikuti kegiatan pengkaderan di kampus,” Jelas Kakak Korban, Mohamad Apriansyah, Selasa (07/11/2023).
Dirinya berharap melalui ekshumasi yang akan dilakukan, pihak kepolisian dapat dengan segera mengungkap dan mengambil langkah hukum kepada orang-orang atau pihak yang harus bertanggungjawab atas kematian adiknya HS setelah mengikuti pengkaderan di jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo pada awal Bulan Oktober kemarin. Dirinya menyampaikan bahwa ekshumasi terhadap jasad korban akan dilaksanakan pada hari kamis, 09 November 2023.
Reporter: Kris











