Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKESEHATANPEMKAB POHUWATOPERISTIWAPOHUWATO

Kasus Malaria di Pohuwato Meningkat, Banyak Korban dari Penambang

66
×

Kasus Malaria di Pohuwato Meningkat, Banyak Korban dari Penambang

Sebarkan artikel ini
Malaria Pohuwato
Nyamuk Malaria. (Foto/Beranisehat)

Dulohupa.id – Kasus Malaria di Kabupaten Pohuwato setiap harinya terus meningkat,dari hasil identifikasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Pohuwato.

Kepala Dinas Kesehatan, Fidi Mustafa menjelaskan kasus pertama terjadi dari para penambang, dan setelah diidentifikasi bahwa pusat penyebaran penyakit ternyata di areal pertambangan emas di Pohuwato.

Berdasarkat data tahun 2023 kemarin, sudah ada 800 kasus Malaria yang terjadi di Kabupaten Pohuwato. Fidi menyebut banyak dari para penambang yang positif penyakit malaria.

“Di wilayah itu (pertambangan) banyak yang sudah di ambil sampel darah, dan benar saja memang ada banyak yang terjaring positif malaria,” Jelas Fidi Mustafa saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (11/1/2024).

Malaria atau Plasmodium Malaria sendiri diketahui adalah penyakit yang ditimbulkan oleh parasit yang dibawah oleh nyamuk dan menjangkiti manusia.

Nyamuk itu berkembang biak dengan cepat dalam waktu dua minggu saja, satu nyamuk bisa memproduksi 200 telur yang mana nantinya itu akan berkembang menjadi jentik, dan wadahnya itu kubangan air dan itu ada di wilayah pertambangan.

“Karena memang nyamuk itu proses berkembang biaknya cepat, nyamuk itu hanya membutuhkan waktu 14 hari dan bisa menghasilkan 200 telur yang akan menetas dan membuat nyamuk semakin banyak. Dan wadahnya itu digenangan air,” Ujarnya.

Dengan penularan penyakit malaria yang semakin masif, bahkan perhari ada empat masyarakat yang masuk rumah sakit yang positif malaria. Hal itu telah ditangani dengan cara di obati, dan masyarakat yang berada di wilayah pertambangan pun telah diberikan sosialisasi, bahkan bantuan berupa kelambu yang bisa menghindari masyarakat terpapar gigitan nyamuk sudah diberikan. Namun hal itu tidak pernah dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada di wilayah pertambangan tersebut.

“Kita sudah kesana memberikan sosialisasi ke masyarakat. Bahkan sudah memberikan bantuan kelambu agar mereka di wilayah itu terhindar dari gigitan nyamuk. Namun kelambu itu tidak pernah dipakai oleh masyarakat disana (pertambangan). Nyamuk ini bisa dibasmi asal masyarakat itu konsisten menggunakan lation anti nyamuk, anti nyamuk bakar, dan kelambu,” Ungkapnya.

Reporter: Hendrik Gani
banner