Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Istri Korban Kecelakaan Maut di GORR Protes Pelaku Tak Ditahan Polisi

×

Istri Korban Kecelakaan Maut di GORR Protes Pelaku Tak Ditahan Polisi

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan GORR
Hasni Kasim, istri korban kecelakaan maut di jalan GORR. Foto: Herman/Dulohupa

Dulohupa.id – Hasni Kasim (44), Istri korban kecelakaan maut di jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) Kelurahan Bionga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo melakukan protes terhadap pelaku tabrakan yang tidak ditahan Polres Gorontalo.

Hal itu disampaikan Hasni saat ditemui awak media di rumah duka. Hasni terpukul dengan kehilangan dua orang yang ia sayangi yakni anaknya Magfirah Abdul Kadir dan Zubair Abdul Kadir suaminya.

“Saya itu diminta datang ke Polres diambil keterangan. Terus saya bilang sama bapak yang memeriksa, saya mau lihat sopir itu. Kemudian bapak itu bilang, tunggu saya telepon,” kata Hasni mengulang percakapannya dengan penyidik Polres Gorontalo.

Kata Hasni, dengan pernyataan polisi bahwa masih di telepon, Hasni pun kaget dan bertanya kepada penyidik tentang keberadaan pelaku tabrakan.

“Pak, kenapa ini di telepon. Dia pelaku dimana, jawab polisi itu di rumah. Eh kenapa bisa di rumah. Anak saya dan suami saya meninggal, sementara anak satunya lagi di rumah sakit. Dia pelaku seenaknya jalan jalan di luar. Itu yang saya tidak suka,” kata Hasni Kasim.

Senada juga yang dikatakan Kamsir Pauba, selaku tokoh masyarakat yang juga keluarga korban. Saat itu ia datang ke Polres Gorontalo mendampingi Hasni Kasim dimintai keterangan.

Kamsir Pauba mengaku syok saat diketahui bahwa pelaku tabrakan tersebut tidak ditahan dan bisa seenaknya jalan jalan di luar. Lantas kemudian, Kampir mempertanyakan alasan polisi tidak menahan pelaku.

“Kita ini posisinya berduka. Di sisi lain yang kita anggap pelaku dibiarkan di luar. Nah, alasan polisi itu belum cukup bukti. Kalau seandainya ditahan jangan sampai polisi di praperadilan,” ungkap Kamsir kepada media.

Secara spiritual kata Kamsir, keluarga korban menyadari bahwa kematian dari kedua korban karena sudah takdir illahi.

“Tapi Kita hanya minta ini diproses, paling tidak ditahan untuk menebus kekecewaan keluarga terhadap pelaku,” kata Kamsir Pauba.

Sementara, Kanit Gakkum Satlantas Polres Gorontalo, Ipda Roy Yusri Pidu menyampaikan, pasca kejadian itu mereka telah melakukan pengamanan terhadap terduga pelaku dan barang bukti lainnya.

“Jadi kami bukan sistemnya penahanan, tetapi pengamanan. Pelaku harus lapor 1×24 jam tiap harinya,” kata IPDA Roy Yusri Pidu.

IPDA Roy mengatakan prosesnya sampai saat ini masih terus berlanjut. Alasan polisi belum melakukan penahanan, karena belum memenuhi dua alat bukti.

“Kendalanya itu masih satu saksi yang kami belum periksa. Saksi-saksi lainnya sudah kami periksa. Yakni keluarga korban. Mereka belum siap kami mintai keterangan, kami sudah berupaya menghubungi, namun alasan mereka masih suasana berduka dengan meninggalnya yang kedua,” ucap IPDA Roy Yusri Pidu.

Saat ini tinggal satu saksi itu yang mereka tunggu. Jika dua unsur bukti sudah terpenuhi maka sudah bisa dilakukan gelar perkara dan langsung ada tersangka.

“Kalau meminta untuk ditahan pelaku dari kecelakaan itu, pihak korban harusnya membantu kami. Memenuhi permintaan pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan terhadap saksi. Yang memperlambat ini bukan kita kepolisian tapi keluarga korban,” terang IPDA Roy Yusri Pidu.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga korban merupakan ayah dan dua anaknya mengalami kecelakaan setelah ditabrak Dump Truk di jalan GORR, Kelurahan Bionga pada Selasa (04/4/2023).

Ketiga korban saat itu naik sepeda motor yang dikendarai Zubair Abdul Kadir. Korban yang tengah menyeberang jalan, tiba-tiba dump truk dengan DM 8895 BA dari arah Isimu melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menghantam sepeda motor.

Mereka bertiga bersama motornya terseret hingga 17 meter dari titik awal kejadian. Sehingga membuat salah satu korban bernama Maghfira Abdul Kadir terlindas truk dan meninggal di lokasi. Sementara Zubair Abdul kadir meninggal di rumah sait Aloei Saboe setelah beberapa hari menjalani perawatan. Sedangkan Zulaiha Abdul Kadir saat ini menjalani perawatan intesif di rumah sakit.

Reporter: Herman Abdullah