Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Ini Alasan Pemprov Belum Lunasi Pengadaan Alkes di RSUD Ainun

Dulohupa.id – PT Hospi Medik Indonesia mensomasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo sebagai pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hi. Hasri Ainun Habibie, karena belum menyelesaikan pembayaran alat kesehatan (alkes) pendant yang dipesan pada 2016 silam.

Ketika dikonfirmasi terkait somasi tersebut, Sukril Gobel, Inspektur Pemprov Gorontalo menjelaskan, bahwa pembayaran tersebut belum diselesaikan karena dokumen penerimaan barang tersebut belum ditandatangani. Sebab, ada ketidaksesuian antara merek barang yang diminta dengan merek barang yang dikirim. Katanya, yang seharusnya diminta merek Birdge ICU Celling Pendant YDT-DQ-2, namun yang diadakan bermerek Multci-Hanging Equipment YDT-DQ2.

“Nah tentu saja kami dari pemerintah daerah berhati-hati untuk melakukan pembayaran. Merek antara dokumen pesanan (e-purchase) berbeda dengan yang didatangkan,” ungkap Syukril, Rabu (26/8/2020).

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Keuangan Huzairin Roham ikut membenarkan. Menurutnya, sudah ada surat penjelasan dari pabrik yang menyatakan perbedaan merek tersebut adalah sama satu dengan lain. Meski begitu, Pemprov masih mengajukan pendapat ahli alat kesehatan ke Kementrian Kesehatan RI maupun ke LKPP untuk mendapatkan tanggapan.

“Tentu sebagai penyedia barang, mereka bisa mengklaim barang itu sama fungsinya. Tapi kita sebagai user akan bilang tunggu dulu, belum tentu sama. Untuk membuktikan itu, kita butuh pendapat ahli baik dari Kemenkes maupun LKPP namun hingga sekarang surat kami belum ditanggapi,” ujar Huzairin.

Pemprov pada prinsipnya beriktikad baik untuk menyelesaikan proses pengadaan barang tersebut. Di sisi lain, penggunaan uang negara tidak bisa dibayarkan sesuka hati karena terikat oleh aturan. **

Adv