Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Ini Alasan Pedagang Pasar Mingguan Limboto Tetap Jualan

Dulohupa.id– Polemik penutupan pasar mingguan di Kecamatan Limboto nampaknya masih akan terus bergulir. Sejumlah pedagang bahkan bersikeras bakal terus melakukan aktivitasnya, meski sebelumnya sudah mendapat penindakan dari aparat pemerintah dan keamanan yang bertugas.

Sikap para pedagang ini sendiri bukan tanpa alasan. Sejumlah pedagang mengaku tidak punya banyak pilihan mengatasi kebutuhan mereka sendiri disaat pandemi Covid-19, selain dengan tetap melakukan aktivitasnya.

“Mereka tidak punya pilihan, mau makan apa anak dan keluarganya kalau tidak berjualan,” Keluh Adam Kasim, salah seorang pengontrak pasar minggu Limboto, yang mengaku banyak menerima keluhan dari para pedagang, saat ditemui sabtu (9/5).

Tak hanya itu, Adam juga mengaku, program pemberian bantuan Bansos (Bantuan Sosial) yang selama ini digembar-gemborkan oleh Pemerintah Pusat hingga daerah, sama sekali tidak menyentuh para pedagang.

“Mereka butuh hidup, sampai sekarang bantuan tidak kunjung datang, itu kebanyakan keluhan para pedagang di pasar ini pak,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan  oleh Misba Rasyid, salah seorang pedagang rempah-rempah, yang mengaku sudah 20 tahun berjualan di Pasar mingguan Limboto. Misba mengatakan, ia secara pribadi sangat setuju dengan penutupan pasar mingguan sejak pemberlakuan PSBB itu. Namun, janji pemerintah tentang stimulant bantuan yang akan diberikan, hingga saat ini tidak pernah ia rasakan.

“Maka dari itu kami pedagang mingguan tetap berjualan, walaupun sudah ada larangan pemerintah,” tegasnya.

Misbah bahkan mengaku tidak akan pernah gentar, meski sebelumnya pernah ditindaki oleh aparat.

“Saya rela basah, asalkan saya tetap berjualan, demi mencukupi kebutuhan sehari-hari,” Ujar Misrah yang mengaku sempat basah karena disemprot petugas, saat pembubaran aktivitas Pasar mingguan Limboto belum lama ini.

“Seandainya sekarang ini kami para pedagang sudah di berikan bantuan berupa, Beras,Minyak dan lain-lain, kami akan berhenti berjualan, nah sekarang nyatanya tidak ada biar bo supermie.” Tandasnya. (ADE)