Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Ini Alasan GP Ansor Tolak Kedatangan Ustadz Firanda di Gorontalo

133
×

Ini Alasan GP Ansor Tolak Kedatangan Ustadz Firanda di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Imran Tahir, Ketua Rijalul Ansor PC GP Ansor Kota Gorontalo

DULOHUPA.ID – Kedatangan Ustadz Firanda di Gorontalo mendapat penolakan dari sejumlah kalangan yang ada di Gorontalo, tidak hanya dari organisasi islam, bahkan dari masyrakat secara pribadipun menolak kedatangan Ustadz Firanda di Gorontalo, Sabtu (27/7)

Seperti yang dikatakan Rizal Salim, salah satu masyrakat di kelurahan bulota daa timur kota goroantalo, dirinya tidak melarang Ustadz Firanda datang di Gorontalo, yang jadi permasalahan itu, jika dia datang dan menyebarkan ajaranya, yang jelas jelas sangat bertentangan dengan Falsafa Goroantalo.

“saya pribadi menilai, ajaran Ustadz Firanda ini tidak sesuai dengan Falsfa Gorontalo, (Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah), jika ajarannya dibiarkan masuk di Gorontalo, maka secara tidak langsung kita sebagai orang Gorontalo membiarkan budaya kita hilang karena ajaran ajaran yang tidak sesuai dengan budaya orang Gorontalo.

Begitu pula yang dijelaskan oleh Imran Tahir, Ketua Rijalul Ansor PC GP Ansor Kota Gorontalo, dirinya mengatakan tidak melarang siapun untuk datang di Gorontalo, hanya jangan pernah mengusik kepercayaan apalagi budaya kami di Gorontalo. Imran menilai ajaran yang dibawa oleh Ustadz Firanda merupakan ajaran yang bertentangan dengan ajaran umat islam yang ada di Goroantalo.

Tidak hanya itu, konten dakwah yang sering dilakukan oleh Firanda selain menyerang amaliah Ahlusunnah Waljamaah yang telah mengakar di masyarakat juga sering menghantam 4 pilar negara Indonesia yang sudah menjadi konsensus kebangsaan.

“Gorontalo ini terbuka untuk siapa saja, kami di Gorontalo sangat menghormati tamu yang datang disini. Hanya tolong, jika datang di Gorontalo jangan pernah megusik agama, ajaran dan budaya kami orang Gorontalo, dengan mengatakan ajaran kami sesat, dan lebih parahnya lagi mengkafir kafirkan orang”. tegasnya

Setelah kami kaji, ajaran yang di bawa oleh Ustadz Firanda ini adalah ajaran yang menolak keras dengan falsafa masyarakat Gorontalo, falsafa yang menjadi prinsip masyrakat Gorontalo. Membaca doa arwah, melaksanakan Maulid Nabi, dan doa barzanji yang biasanya dilakukan oleh masyrakat Gorontalo, itu dikatakan haram oleh ajaran Ustadz Firanda, padahal hal itu merupakan budaya masyrakat Gorontalo, yang suda dilakukan oleh orang tua terdahulu.

“silahkan Ustadz Firanda meyakini kepercayaannya sendiri tanmpa mengusik kepercayaan orang lain, karena kami masyarakat gorontalo, masyarakat yang damai, masyarakat adat, masyrakat yang tidak ingin ada perpecahan” jelas Imran

Sabrin, Ketua PW GP Ansor Provinsi Gorontalo menegaskan, menolak keras ajaran yang dapat merusak Falsafa Gorontalo. Maka untuk itu dirinya berharap agar Pemerintah Goroantalo jangan hanya diam menyikapi hal hal yang dinilai dapat merusak adat dan budaya Gorontalo. saat ini sudah banyak ajaran yang dapat merusak adat dan budaya, telah masuk di Gorontalo.

“pemerintah harus menjaga adat dan budaya goroantalo, karena ingat, adat dan budaya merupakan kekayaan negara yang wajib dipelihara dan dijaga oleh pemeriantah. Maka diharapkan, pemerintah bisa peka terhadap ajaran-ajaran yang dapat merusak adat dan budaya gorontalo” tegas Sabrin (DP/01)