Dulohupa.id– Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo mengeluarkan pernyataan tegas kepada Polda Gorontalo, Usai penangkapan Ketua DPD IMM Gorontalo. Tak hanya mengancam akan mengerahkan seluruh mahasiswa muhammadiyah untuk mendatangi kantor Mapolda Gorontalo. IMM Gorontalo juga menegaskan, Penangkapan dan penahanan Ketua DPD IMM Gorontalo juga menjadi alarm pernyataan perang terhadap organisasi Muhammadiyah di Gorontalo.
Ketua IMM Kota Gorontalo, Arya Sahrain mengungkapkan. Saat demonstrasi berlangsung, bendera IMM sudah tidak ada di lokasi pembakaran, dan pihaknya telah mundur dari lokasi pada pukul 17.00 WIB sesuai dengan konsolidasi internal. Olehnya, Arya mengaku cukup terkejut saat Ketua DPD IMM Gorontalo, Muhammad Arif Hidayatullah ikut ditangkap aparat kepolisian.
“Jika tidak ada niat untuk mengincar, seharusnya beliau sudah ditangkap sejak awal berada di lokasi,” ungkap Arya.
Tak hanya soal penangkapan, Arya juga menyinggung soal tindakan represif yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian. Menurutnya, penanganan aksi unjuk rasa dengan menggunakan pendekatan kekerasan tentu saja tidak bisa dibenarkan.
Olehnya, Arya menegaskan, IMM telah menyiapkan pendampingan hukum untuk Ketua DPD IMM Gorontalo. Harapannya hanya satu, Ketua DPD IMM Gorontalo beserta 10 orang mahasiswa yang ditangkap dan ditahan pasca aksi demonstrasi 1 september 2025, segera dibebaskan.
“Jika Ketua DPD tidak dikeluarkan, itu akan menjadi pernyataan perang terhadap Muhammadiyah,” tegasnya.
Selanjutnya menurut Arya, Pihaknya akan melakukan upaya konsolidasi internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
Maya











