Dulohupa.id – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo tengah mendalami peran 11 orang oknum mahasiswa yang ditangkap usai kericuhan yang terjadi dalam aksi 1 september 2025. Tak hanya itu, Polda Gorontalo juga tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti kerusakan akibat aksi yang digelar oleh ratusan mahasiswa di Simpang lima, Kota Gorontalo itu.
“Ada beberapa kasus pengrusakan yang terjadi saat unjuk rasa, termasuk pengrusakan pos lalu lintas dan pembakaran water barrier. Kami juga mencatat adanya anggota yang terluka akibat aksi tersebut,” ujar Kombes Pol Desmont Harjendro, Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo
Kombes Desmont menambahkan pihaknya tengah mengumpulkan informasi mengenai keterlibatan 11 oknum mahasiswa itu dalam pengrusakan.
” Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah pemeriksaan selesai” tambahnya.
Lebih lanjut Kombes Desmont mengungkapkan, Sedikitnya ada dua anggota polisi mengalami luka dalam insiden itu.
” Kami sedang memeriksa kelengkapan bukti untuk menentukan apakah luka tersebut disebabkan oleh para pengunjuk rasa atau faktor lainnya,” katanya.
Sementara itu, Disinggung mengenai kemungkinan penambahan nama pelaku lain dan dugaan tindakan kekerasan oleh pihak kepolisian saat pengamanan aksi mahasiswa. Kombes Desmont menekankan pihaknya menunggu laporan resmi ke Polda Gorontalo.
“Mengenai laporan penggunaan kekerasan, kami masih menunggu laporan resmi, dan hingga saat ini, belum ada laporan terkait tindakan kekerasan,” Tandasnya.
Maya











