Dulohupa.id – Mangkraknya beberapa pembangunan infrastruktur di Kota Gorontalo yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kembali menjadi sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo dengan melaksanakan aksi damai.
Setelah kesekian kalinya melaksanakan aksi terkait proyek dana PEN di Kota Gorontalo yang tak kunjung rampung seperti proyek di jalan Nani Wartabone dan Proyek kawasan perdagangan, HMI Cabang Gorontalo kembali menggelar aksi damai di kantor Walikota Gorontalo pada Selasa, 15 Mei 2023.
Terlihat sejak sekitar pukul 14.00, masa aksi mulai bergerak menuju kantor Walikota dengan melewati jalan Nani Wartabone (Eks Jalan Panjaitan), yang sekaligus melakukan pendataan dan mengidentifikasi pelaku UMKM yang terdampak akibat proyek tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Adrian Latif menuturkan dirinya bersama rekan-rekan masa aksi telah melakukan identifikasi jenis usaha dan keuntungan yang diperoleh pelaku UMKM di sekitar proyek pembangunan di jalan Nani Wartabone. Alhasil masyarakat terdampak justru mengatakan bahwa mereka mengalami kerugian yang signifikan. Hal itu pun dibuktikan dengan data nama masyarakat pelaku UMKM dilengkapi dengan tandatangan.
“Proyek yang tidak selesai ini dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah, dimana hak pengguna jalan dipakai untuk parkir liar. Sehingga masyarakat kesulitan untuk mobilisasi dan dapat membuat keterlambatan dalam pengiriman barang atau jasa serta pelanggan juga sulit untuk mengakses bisnis dari pelaku UMKM yang ada disitu,” Tegas Adrian Latif, Selasa (16/05/2023).
Selain itu, Dirinya juga mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian proyek jalan dianggap dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan telah kerap terjadi. Disisi lain, mangkraknya pembangunan drainase membuat gangguan dan kerusakan pada lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kita sudah kantongi 13 nama jenis usaha beserta kerugiannya, harusnya ada banyak pelaku usaha yang berada disana. Namun saat kita melakukan identifikasi dan itu pada saat jam kerja yang harusnya mereka buka. Sehingga ada yang tidak luput bahwa ternyata bisa jadi beberapa pelaku UMKM tutup bukan karena usahanya, melainkan karena hal yang paling krusial yaitu dihantam dan dipukul mundur karena mangkraknya pembangunan disana,” Ujar Adrian.
Adrian menegaskan agar pihak terkait tidak saling membela diri namun harus berbicara fakta dan data di lapangan. Disisi lain, Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, Aris Setiawan mengatakan bahwa aksi yang dilaksanakan oleh pihaknya seharusnya mampu menjadi energi positif bagi pemerintah Kota Gorontalo dalam menyelesaikan proyek tersebut jika disikapi dengan bijak.
Reporter: Kris











