Dulohupa.id – Hingga Rabu malam, Gorontalo belum berakhir status bahaya potensi tsunami. Sejumlah warga di Kelurahan Leato, Kota Gorontalo sejak siang tadi telah melakukan evakuasi mandiri di Markas TNI-AL Gorontalo, tetap memilih bertahan.
Saat diwawancarai, salah satu pengungsi dari Kelurahan Leato Selatan, Iyun Yunus kepada Dulohupa mengungkapkan bahwa tetap akan bertahan hingga situasi aman sepenuhnya.
“Jadi masih mo menetap disini (Lanal Gorontalo). Soalnya takut mo pulang, kage ada susulan (potensi tsunami),” ujar Iyun, Rabu (30/07/2025) malam.
Kata Iyun, dirinya mengungsi bersama 5 anggota keluarganya termasuk satu lansia (ibunya) dan satu orang balita (cucunya).
“(jika memilih pulang rumah) Kage ada susulan, mo lari kamari sementara ada mama yang tidak bisa jalan,” tandasnya.
Iyun mengaku telah datang ke lokasi pengungsian (Lanal Gorontalo) sejak siang tadi sekitar pukul 13.00 wita.
Dari pantauan di lokasi pengungsian (Lanal Gorontalo) masih puluhan warga tetap memilih bertahan, meski telah ada juga warga yang memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sementara, dijelaskan Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Bambang Trihandoko bahwa masyarakat yang melakukan pengungsian sesuai intruksi yang ada untuk dipastikan kebutuhan dasarnya.
“Untuk status penetapan berakhirnya peringatan dini tsunami itu masih menunggu rilis resmi dari BMKG pusat,” ujarnya.
Ditambahkan Bambang, karena belum berakhirnya status bahaya tsunami, warga diminta untuk tetap waspada.
Reporter: Yayan











