Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Harus Seberangi Sungai, Warga Polohungo Minta Pemerintah Tuntaskan Pembangunan Jembatan

224
×

Harus Seberangi Sungai, Warga Polohungo Minta Pemerintah Tuntaskan Pembangunan Jembatan

Sebarkan artikel ini
Warga Polohungo menyebrangi sungai/FOTO: Yusuf Konoli

Dulohupa.id- Warga Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, mengeluhkan pembangunan jembatan di desa tersebut, yang tak kunjung selesai. Padahal, jembatan itu adalah satu-satunya akses transportasi ke dan dari desa mereka. 

Buntutnya, masyarakat harus bersusah payah menyeberangi sungai. Kendaraan bermotor harus digotong untuk bisa menyeberangi sungai tersebut. 

Salah seorang warga, Ridwan Syahrain kepada Dulohupa.id meminta, agar pemerintah setempat, terutama pemerintah kabupaten, untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.

Warga polohungo harus menggotong motor untuk menyebrangi sungai/FOTO: Warga

“Kami minta pekerjaan pembangunan jembatan, yang menghubungkan Desa Polohungo dengan pusat kecamatan, maupun Ibu Kota Kabupaten Gorontalo, segera dikerjakan. Kami terpaksa harus menyeberang sungai untuk menuju pusat kecamatan maupun pusat Ibu Kota Kabupaten Gorontalo,” ungkap Ridwan, Minggu (18/4)

Lebih menyusahkan kata Ridwan saat musim hujan. Arus air yang deras dan dalam, menyebabkan mereka harus mengurungkan niat untuk keluar desa, meski ada urusan yang mendesak. Begitu pun untuk orang yang menuju desa, harus rela terjebak dan tak bisa kembali ke rumah karena tak bisa menyebrang. 

“Jembatan yang sekarang ini menjadi akses utama bagi masyarakat Desa Polohungo, apalagi bagi petani yang membawa hasil panennya untuk dijual, sebab kalau hujan deras maka air sungai meluap dan susah di lewati,” kata Ridwan.

Sebelumnya, pembangunan jembatan ini sudah dilakukan sejak awal tahun 2020. Namun kemudian tertunda karena adanya pandemi COVID-19, dan baru dikerjakan kembali saat akhir 2020. Sayangnya, hingga pertengahan 2021, pengerjaan jembatan itu belum juga rampung. 

Sementara itu, Alwin Puluhulawa yang juga seorang warga desa tersebut menyampaikan, prihatin dengan kondisi jembatan yang tak kunjung selesai tersebut. Sebab, selain mengganggu aktivitas petani, juga mengganggu aktivitas pendidikan daerah tersebut. 

“Kami warga Desa Polohungo sangat membutuhkan jembatan tersebut. Selain para petani jembatan itu juga diperlukan oleh para siswa maupun para guru untuk menyebrang. Syukur kalau kondisi air sungai lagi surut, tapi kalau air tinggi kami kesulitan menyeberang. Apalagi ketika ada warga yang sakit dan butuh perawatan di rumah sakit, terpaksa harus meminta bantuan dari masyarakat lainya untuk menyebrang,” tutup Alwin.

Reporter: Yusuf Konoli