Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Golkar Bone Bolango Tetapkan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati

84
×

Golkar Bone Bolango Tetapkan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id – Setelah tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati, Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Golkar Bone Bolango mengadakan rapat pleno penetapan bakal calon di Kantor DPD II Golkar Bone Bolango. Sabtu, (19/01/20).

Kegiatan yang di rangkaikan dengan pemaparan visi dan misi dari setiap calon itu, di hadiri langsung unsur DPD I Golkar Gorontalo Ketua OKK Galib Lahidjun. Meskipun ada 7 figur bakal calon yang mendaftar, hanya 5 yang datang memaparkan visi-misinya yakni Kilat Wartabone, Rusliyanto Monoarfa, Ali Sucipto Sidiki, Syamsir Djafar Kiyai, dan Alham Prasogo Habibie.

Hal ini tidak mempengaruhi keputusan pleno DPD II Partai Golkar Bone Bolango, di mana ke 7 nama figur bakal calon yang mendaftar tetap di sodorkan ke DPP melalui DPD I Partai Golkar Gorontalo.

Ketua DPD II Partai Golkar Bone Bolango Zainudin Pedro Ba’u mengungkapkan alasan pihaknya menyodorkan ke 7 nama tersebut, selain para calon punya gagasan unggulan tersendiri, pihaknya juga tida memiliki hak menambahkan dan mengurangi

“Saya kira semua figur memberikan pokok-pokok pikiran baik secara komperhensif tetapi semua punya program-program unggulan masing-masing. Dan kami juga tidak punya kewenangan untuk mengurangi 2 figur yang tidak menyampaikan visi-misinya sehingga forum pleno menetapkan ke 7 nama figur di sodorkan ke DPP”. Tutur pedro di depan awak media.

Nama Faisal Mohi dan Iskandar Ciko Uno yang tak mengahadiri pemaparan visi-misinya sebagai bakal calon itu tetap di sodorkan dengan catatan tidak menghadiri pemaparan visi dan misi. Ketua OKK sekaligus ketua tim PILKADA 2020 DPD II Partai Golkar Bone Bolango Fauzan Arsyad menerangkan tahapan yang di laksanakan pihaknya ini sesuai amanat Juklak 06 tahun 2016

“Sejalan dengan instruksi DPD I Partai Golkar Gorontalo, sambil menunggu hasil seleksi kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran di tingkat kecamatan dan tingkat desa, baik konsolidasi organisasi maupun konsolidasi program”. Tutup Fauzan.