Untuk Indonesia

Gelar Pameran Seni Rupa Walama, Riden Baruadi Gallery Datangkan 15 Karya Lukisan Jawa dan Bali

Dulohupa.id- Sebanyak lima belas karya seni pelukis asal Yogyakarta dan Bali, dipajang di Riden Baruadi Gallery Gorontalo. Lima belas karya itu, nantinya akan menjadi bagian dari karya-karya yang dipamerkan dalam pameran seni rupa bertajuk “Walama”.

Walama sendiri merupakan kata dalam bahasa Gorontalo yang artinya anyaman. Secara konsep, pemakaian kata ini sebetulnya menggambarkan bagaimana menjalin hubungan erat antara sesama dalam menuju satu tujuan. 

Direktur Riden Baruadi Gallery, Muhammad Djufry hard, saat ditemui menjelaskan, bahwa tujuan pameran ini adalah untuk merangsang minat perupa pemula asal Gorontalo yang enggan berkecimpung dalam dunia seni rupa.

“Di Gorontalo sendiri memang masih rendah apresiasi terhadap karya seni, sehingga wajar ketika kita lihat sebenarnya banyak perupa di Gorontalo namun enggan menggeluti dunia seni rupa. Untuk itu kami berharap dengan adanya pameran ini, maka bisa merangsang minat dari teman-teman lain” ujar Muhammad kepada Dulohupa.id pada Rabu malam, (13/10/2021). 

Pameran Walama ini pun kata dia, bukanlah yang pertama kalinya digelar, sebab ini merupakan pameran jilid dua. Sebelumnya, pameran bertajuk Walama sudah pernah digelar di Kota Batu Malang Jawa Timur pada September 2020 kemarin.

“Ini merupakan pameran seni rupa Walama jilid dua yang kami laksanakan. Untuk pameran pertama kami bekerja sama dengan perupa di kawasan Jawa Timur dan kami laksanakan di Batu Malang Jawa Timur. Untuk tahun ini kami telah bekerja sama dengan teman-teman perupa dari Yogyakarta dan Bali” ungkapnya.

Dalam pameran yang akan mulai dibuka pada 15 september mendatang, pihak Riden Baruadi Gallery telah mempersiapkan sebanyak 35 karya seni. Puluhan karya itu terdiri dari lukisan hingga karya seni montase (karya seni tempel).

Salah satu karya seni yang menarik perhatian adalah karya seni lukis karya Talib Eka, pelukis asal Gorontalo. Lukisan Talib sendiri menggunakan metode melukis yang unik yaitu melukis dengan telapak kaki.

Eka mengaku bahwa ini merupakan lukisan keenamnya yang menggunakan metode melukis dengan telapak kaki. Ia mengaku bahwa alasan ia menggunakan media telapak kaki untuk melukis bukan tanpa alasan melainkan memiliki makna yang sangat dalam.

“Telapak kaki itu adalah organ tubuh yang sangat penting, setiap pekerjaan yang dilakukan itu bertumpu ditelapak kaki, dan telapak kaki pun adalah penentu arah keputusan dalam hidup setiap manusia, dan dimana kaki berpijak disitulah langit dijunjung.” tutur Eka mendalam.**

Comments are closed.