Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

FOTO: Pelanggaran Protokol Kesehatan pada Deklarasi Paslon Pilkada Pohuwato

Dulohupa.id – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi COVID-19, memang menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tak ada yang bisa menjamin jika massa pendukung masing-masing pasangan calon (paslon), akan patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

FOTO: Zulkifli Mangkau/Dulohupa.id

Seperti yang terjadi di Kabupaten Pohuwato. Kegiatan deklarasi dua paslon pilkada di wilayah ini dianggap melanggar protokol kesehatan, karena menggelar acara deklarasi di lapangan terbuka, dengan mendatangkan ratusan massa pendukung.


FOTO: Zulkifli Mangkau/Dulohupa.id

Dua paslon itu adalah Iwan Adam dan Zunaidi Z. Hasan (Ber-IMAN) serta paslon Saiful A. Mbuinga dan Suharsi Igirisa (SMS). Berdasarkan hasil pemantauan dulohupa.id, kegiatan deklarasi abai terhadap protokol kesehatan, seperti tidak menjaga jarak, sebagian massa tidak menggunakan masker, dan menciptakan kerumunan dalam jumlah yang berlebihan. Adapun paslon Ber-IMAN deklarasikan pencalonannya di Lapangan Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia. Sementara paket SMS deklarasikan pencalonannya di Stadion Olahraga Panua, Kecamatan Marisa.


FOTO: Zulkifli Mangkau/Dulohupa.id

Kerumunan itu salah satunya dipicu oleh adanya artis ibu kota, Jenita Janet, yang diundang oleh salah satu paslon. Sehingga, masyarakat tidak hanya bersemangat untuk mengikuti kegiatan deklarasi, juga bersemangat menyaksikan penampilan artis tersebut, yang biasanya hanya dapat disaksikan di layar kaca.


FOTO: Zulkifli Mangkau/Dulohupa.id

Buntutnya, Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga ditegur oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, terkait pelanggaran protokol kesehatan pada kegiatan deklarasi paslon di kabupaten yang dipimpinnya tersebut. Teguran itu disampaikan melalui surat bernomor 360/Kesbangpol/1491/2020, yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim pada, Jumat (4/9).


FOTO: Zulkifli Mangkau/Dulohupa.id

“Sehubungan dengan hal tersebut, disampaikan kepada Bupati Pohuwato agar dalam pelaksanaan tahapan pilkada selanjutnya agar dapat menerapkan protokol kesehatan,” sebagaimana dikutip dari surat yang dikeluarkan 4 September 2020 itu. Protokol kesehatan dimaksud yakni merujuk pada PKPU nomor 6 tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi COVID-19. Perlu juga memperhatikan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Reporter: Zulkifli Mangkau
Editor  : Wawan Akuba