Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

Dugaan Pengeroyokan Oknum Satpol, Polisi Disetrum Pakai Taser Gun

×

Dugaan Pengeroyokan Oknum Satpol, Polisi Disetrum Pakai Taser Gun

Sebarkan artikel ini
Pengeroyokan Satpol
Kuasa hukum korban saat memperlihatkan foto korban mengalami luka di bagian leher karena diduga dikeroyok menggunakan alat kejut listrik hingga korban dirawat di rumah sakit. Foto/Dulohup

Dulohupa.id – Dugaan aksi pengeroyokan sejumlah oknum Satpol PP terhadap seorang anggota Polda Gorontalo terus bergulir.

Tak hanya dipukul dan ditendang, korban diduga disetrum menggunakan Taser Gun atau alat kejut listrik. Hal itu disampaikan kuasa hukum korban pengeroyokan, Ricki Monintja kepada awak media, Selasa (08/7/2025).

Ricki Monintja mengungkapkan kekerasan itu berawal saat korban hendak kembali ke rumah. Ia mendapati kerumuman petugas di depan Kafe, hingga akhirnya korban diminta untuk memperlihatkan KTP oleh personil Satpol PP yang sedang melaksanakan razia.

Kuasa hukum menegaskan korban telah bersikap koperatif saat pemeriksaan, sayangnya kedua belah pihak justru terlibat cekcok usai sejumlah personil Satpol PP diduga melontarkan ajakan duel “mo sengel torang dua” kepada korban hingga membuat suasana semakin keruh.

“Setelah cekcok tiba tiba langsung cheos kemudian korban langsung kena pukulan. Dari pengakuan korban kurang lebih dikeroyok oleh 4 sampai 5 orang,” Ujar Kuasa Hukum Korban, Ricki Monintja.

Mirisnya, korban tak hanya dipukul dan ditendang, namun korban diduga disetrum menggunakan Taser Gun atau alat kejut listrik dibagian leher hingga meninggalkan bekas luka memar.

“Untuk penggunaan alat kejut listrik itu menurut korban berlangsung kurang lebih 4 sampai 5 detik ditempel di bagian leher dan korban lumpuh lalu jatuh,” Jelas Ricki.

Kuasa hukum bersama keluarga korban pun menyayangkan tindakan yang dilakukan sejumlah personil Satpol PP yang dinilai arogan. Bahkan kuasa hukum pun mempertanyakan izin serta standar prosedur operasi penggunakan Taser Gun. Hingga kini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Bhayangkara Polda Gorontalo.

Sebelumnya sejumlah personil Satpol PP Kota Gorontalo saat melakukan razia rutin pada Minggu, 6 Juni 2025 dini hari. Namun beredar video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pengeroyokan menuai pro kontra. Tak cukup sampai disitu, usai terjadi dugaan pengeroyokan, kantor Satpol PP Kota Gorontalo justru mendapat serangan oleh sejumlah orang tak dikenal yang diduga anggota polisi hingga merusak sejumlah fasilitas kantor.

Redaksi