Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWA

Dua Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi BUMD di Kabupaten Gorontalo

804
×

Dua Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi BUMD di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Korupsi BUMD
Salah satu tersangka inisial AP tengah berada di dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tindak pidana Korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun 2019.

Dua orang tersangka tersebut merupakan jajaran direksi BUMD yang berinisial AP, selaku direktur utama BUMD dan inisial SK, selaku direktur pelaksana.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Gorontalo, Armen Wijaya pada konferensi pers yang dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Senin (6/3/2023).

“Tindak pidana korupsi pada PT Global Gorontalo Gemilang tahun 2019, dengan penyertaan modal dari pemerintah daerah kabupaten Gorontalo sebesar Rp 2.2 miliar yang mana dalam pengelolaan keuangannya ditemukan adanya perbuatan melawan hukum dilakukan oleh tersangka,” ungkap Kajari Armen.

Hal itu kemudian bertentangan dengan peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD dan peraturan menteri dalam negeri nomor 118 tahun 2018 tentang rencana bisnis, rencana kerja dan anggaran kerja sama laporan dan evaluasi BUMD.

“Dari hasil penyidikan sudah terpenuhi dua alat bukti dan dimana perbuatan itu mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 897.514.518.

Hasil perhitungan itu kata Armen Wijaya, berdasarkan audit Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) Gorontalo yang telah diterima yang bernomor PE.04.03/SR-01/PW31/5/2023 pertanggal 8 Februari 2023.

Terhadap dua orang tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Lapas Kelas II A Gorontalo, Sampai 25 maret 2023 mendatang. Kepada Tersangka disangkakan pasal 2 dan 3 Undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Reporter: Herman Abdullah