Dulohupa.id- DPRD Provinsi Gorotnalo menyoroti distribusi Kartu Tani di Provinsi Gorontalo yang dinilai kurang maksimal. Bagaimana tidak, hingga awal tahun 2023. Distribusi Kartu Tani di Provinsi Gorontalo baru mencapai 8 persen. Angka ini dinilai sangat kecil mengingat pentingnya Kartu Tani untuk keperluan para petani di Gorontalo.
Hal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Gorontalo, Warsito Sumawiyono saat menghadiri rapat bersama Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Se- Provinsi Gorontalo dan Perwakilan Bank BRI di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (9/1). Warsito mengungkapkan, Dari hasil penelusurannya, Sejak dibagikan November 2022, Kartu Tani yang diterima oleh para petani baru mencapai 8 persen.
“Bisa dibilang program Kartu Tani di Gorontalo ini belum maksimal. Padahal Kartu Tani sangat dibutuhkan oleh para petani,’ tegasnya.
Warsito juga mengungkapkan, Saat ini Kartu Tani yang dipegang oleh para petani di Gorontalo rata-rata sudah tidak bisa digunakan. Karena masih versi lama yang dikeluarkan oleh Bank BNI. Sehinggnya ia meminta kepada pihak terkait agar segera mengambil langkah cepat dan tepat, agar Kartu Tani versi baru yang dikeluarkan oleh Bank BRI. Segere terdistribusi kepada para petani.
Sebelumnya, Kartu Tani sendiri merupakan salah satu terobosan yang dibuat oleh Kementerian Pertanian RI untuk memudahkan para petani mendapatkan akses pupuk maupun bantuan serta kredit bank khusus petani. Pada awalnya tahun 2020 Kartu Tani bekerja sama dengan Bank BNI. Namun belakangan Bank BNI kemudian digantikan oleh Bank BRI.
Redaksi











