Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINE

Dekan Fahupemsos UNUGo Sebut Tak Bentak Wartawan yang Liput Demo

563
×

Dekan Fahupemsos UNUGo Sebut Tak Bentak Wartawan yang Liput Demo

Sebarkan artikel ini
Dekan UNUGo
Dekan Fahupemsos Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGo), Andi Inar Sahabat, SH, MH Foto/Ist

Dulohupa.id – Dekan Fakultas Hukum, Pemerintahan dan Sosial (Fahupemsos) Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGo), Andi Inar Sahabat, SH, MH memberikan klarifikasi terkait tudingan membentak sejumlah wartawan yang meliput demo mahasiswa pada Senin (12/6/2023) kemarin.

Andi Inar menegaskan tidak pernah menilai seluruh wartawan itu tak bisa dipercaya. Menurutnya, sejumlah wartawan yang meliput hanya salah mengartikan apa yang ia sampaikan saat itu.

“Yang saya maksudkan adalah oknum wartawannya, karena sudah ada pengalaman oknum wartawan memberitakan yang tidak sesuai kode etik jurnalis dan tanpa klarifikasi,” tegas Andi Inar kepada Dulohupa, Selasa (13/6/2023).

Ia juga membantah mengusir wartawan hendak meliput mahasiswa yang demo soal dugaan pungutan liar dilakukan oknum dosen.

“Yang sebenarnya terjadi adalah wartawan belum diperbolehkan meliput saat proses audiensi karena ini membahas internal perguruan tinggi. Padahal dugaan Pungli ini kan tidak terbukti dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Dekan Fahupemsos, UNUGo yang juga merupakan Advokat tersebut.

Andi Inar menyayangkan oknum wartawan tidak meminta klarifikasi terlebih dahulu sebelum memberitakan, sehingga pihaknya merasa dirugikan.

“Kesalahpahaman oknum wartawan dalam memberitakan menurut saya Provokatif. Harusnya mereka meminta klarifikasi dulu untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.

Terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) dana uang PKL kepada penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Andi Inar menegaskan permasalahan tersebut tidak pernah terjadi. Menurutnya, uang PKL sebanyak Rp 3 Juta yang diminta kepada setiap mahasiswa PKL diluar dari biaya pendidikan atau tidak terkait langsung dengan proses pembelajaran.