Dulohupa.id- Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, membikin masyarakat mesti memperketat penerapan protokol kesehatan (protkes) dalam setiap aktivitas. Seperi yang dilakukan oleh salah seorang pedagang bunga di Kota Gorontalo. Ia mewajibkan pembayaran non-tunai dalam setiap transaksi penjualan bunga.
Tren menanam bunga sendiri memang meningkat di tengah pandemi COVID-19. Makanya, banyak masyarakat yang lantas berlomba-lomba mengunjungi tempat-tempat penjualan bunga. Masalahnya adalah, tempat penjualan bunga yang tidak terlalu besar, biasanya akan sesak dengan pengunjung. Masalah keduanya adalah, karena masih dalam masa pandemi, maka tentu akan ada risiko penularan dari setiap kerumunan tersebut.
Makanya, ide untuk mengurangi kontak fisik dalam pembayaran, menjadi ide yang memungkinkan diadopsi oleh pedangang bunga. Tidak hanya itu, penerapan 3M yakni Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak, juga diterapkan.
“ Alhamdulillah selama pandemi ini jumlah pengunjung datang meningkat hingga 100 % dimana biasanya dalam sehari pengunjung hanya 5-10 orang dalam sehari kini dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya,” ungkap Farman Pakaya, seorang pedagang bunga yang diwawancarai dulohupa.id belum lama ini.
Namun kata Farman, “ Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker wajib dilakukan oleh para pengunjung tempat usaha saya, ini untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19,” tambah Farman.
Dirinya juga menturukan, biasanya pada hari-hari libur, pengunjung yang datang akan lebih banyak dari hari-hari biasa. Makanya, ia pun memberlakukan pembatasan.
“ Hari libur itu biasanya sangat membludak pengunjung, sampai saya batasi yang masuk agar di dalam bisa tetap menjaga jarak” tambah Farman.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
editor











