Untuk Indonesia

Bocah 11 Tahun di Kabupaten Gorontalo Dicabuli Hingga Hamil

Dulohupa.id- Seorang bocah 11 tahun berinisial FM di Kabupaten Gorontalo berinisal FM, manjadi korban pencabulan hingga hamil delapan bulan. Informasi yang berhasil dirangkum Dulohupa.id, pelaku perbuatan tidak terpuji tersebut adalah suami dari kakak korban atau kakak iparnya.

“Dari awal kecurigaan kami, pas kandungan sudah berusia enam bulan. Karena selama ini memang korban tinggal di rumah kakaknya itu,” kata SK (49) orang tua dari FM, Kamis (28/1).

Sebelumnya kata SK, pihak keluarga memang sudah mencurigai perut korban yang semakin membesar. Namun saat ditanyakan kepada kakaknya, jawabannya adalah karena kebanyakan minum minuman dingin.

“Tapi setelah kami tanya berulang dan lakukan pemeriksaan (ke dokter), ternyata benar hamil,” ujar SK.

Setelah yakin dengan dugaan tersebut, SK langsung memberitahu ke ayah kandung korban SM (47), dan langsung membuat ke kepolisian sektor (Polsek) setempat.

“Kami lapor ke polsek tidak diterima, kata mereka langsung ke Polres. Maka kami langsung menuju ke Polres Gorontalo untuk melapor,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohammad Nauval Seno membenarkan laporan tersebut. Kata dia, laporan tersebut sudah diterima sejak November 2020.

“Iya benar, jadi pada bulan November tahun 2020 kami telah menerima laporan dari orang tua korban dengan terlapor laki-laki inisial RB, nomor LP/301/XI/Res.1.24/2020.Spkt Res-Grntlo, tanggal 30 November 2020,” ungkap Nauval

Dari keterangan para saksi dan korban, penyidik Unit IV PPA Reskrim Polres Gorontalo menduga pelakuknya adalah terlapor RB.

“Keterangan para saksi mengarah ke terlapor. Namun kami akan melengkapi alat bukti terlebih dahulu untuk penetapan tersangka,” ujarnya.

Nauval menjelaskan, hingga saat ini proses penanganan sudah pada tahap pemeriksaan terhadap korban dan beberapa orang saksi termasuk terlapor, yang kemudian sudah dalam proses penyidikan.

“Dalam waktu singkat kita akan melakukan penetapan tersangka. Namun ada sedikit kendala karena terlapor tidak mengakui bahwa dirinya yang telah melakukan perbuatan tersebut, sehingga kita masih akan melakukan tes DNA,” pungkasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou

Comments are closed.