Dulohupa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan Provinsi Gorontalo akan mengalami musim kemarau panjang. Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Gorontalo, Merpati Teodoris Nalle kepada awak media beberapa waktu lalu.
Merpati mengungkapkan, puncak musim kemarau di Gorontalo diprediksikan akan terjadi pada bulan Agustus-September nanti.
Selain itu, kemarau di Gorontalo bahkan di sejumlah wilayah akan berlangsung cukup lama. Kata Merpati, musim kemarau di Gorontalo ini diperkirakan yang paling pendek berlangsung sekitar 11 dasarian dan yang terpanjang sekitar 25 dasarian (per dasarian sama dengan 10 hari).
Dalam mengantisipasi musim kemarau ini, BMKG meminta pemerintah daerah agar sigap menghadapinya. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk bisa bijak dalam menggunakan air bersih.
“Kita himbau untuk masyarakat dan pemerintah di provinsi Gorontalo untuk siaga menghadapi musim kemarau yang diprediksi curah hujannya di bawah normal dan panjang musimnya,” ujar Merpati.
“Karena curah hujannya berkurang dan musim kemaraunya di Provinsi Gorontalo panjang, maka himbauan kami untuk masyarakat bisa bijak dalam menggunakan air,” lanjutnya.
Selain itu, menurut Merpati dampak kemarau juga bisa berpengaruh pada terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hal tersebut juga tak lupa jadi atensi BMKG untuk mengingatkan pemerintah daerah agar tetap waspada.
“Dan juga mungkin pemerintah daerah dan dinas yang terkait untuk bisa bersiap siaga dalam menghadapi kebakaran hutan maupun kebakaran lahan,” tandasnya.
Reporter: Yayan











