Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIHEADLINE

Berkah Pedagang Es di Gorontalo saat Musim Kemarau

×

Berkah Pedagang Es di Gorontalo saat Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Kemarau Musim
Salah satu pedagang es yang berdagang di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Seperti ada istilah yang cukup tren di wilayah ini “Matahari di Gorontalo Ada Dua” atau “di Gorontalo Terdapat Dua Musim, yaitu Musim Panas dan Musim Panas Sekali”. Mungkin, kiasan ini coba menggambarkan soal cuaca di Gorontalo yang cukup lumayan suhu panasnya.

Terlebih, d itengah gempuran BMKG memprediksi kemarau panjang yang di Gorontalo. Mungkin saja, suhunya akan semakin naik.

Meski begitu, suhu udara yang panas di Gorontalo memberikan dampak positif bagi masyarakat lain. Dari banyaknya yang menerima manfaat positif cuaca panas ini, salah satunya bagi mereka para pedagang es di wilayah Kota Gorontalo.

Pada cuaca panas ini, pedagang es cukup laris dagangannya. Karena memang, jika cuaca panas yang dibutuhkan bagusnya yang dingin-dingin.

Salah satu pedagang es yang berdagang di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo, Om Pulu mengungkapkan di musim panas ini dagang yang dijualnya lumayan laris.

“Alhamdulillah. Untuk penjualan yah sama seperti hari biasanya,” ujar Om Pulu kepada Dulohupa pada Sabtu siang (18/07/2026).

Saat ditemui di lapaknya, Om Pulu bersama anaknya tengah sibuk melayani para pembeli yang seakan tak ada habisnya bergantian datang.

Om Pulu sendiri menjual sejumlah dagangan, diantaranya es cendol, es palubutun, dan es kacang coklat brenebon. Untuk harganya sendiri cukup murah, dengan tawaran rasa yang menggugah lidah.

Ia membandrol harga es-nya di angka Rp 13.000 sampai Rp 15.000 per porsinya. Harga ini hanya dibedakan untuk mereka yang langsung menyantap di tempat, atau akan dibawa pulang (dibungkus).

“Harganya 13 ribu sama semua makan disini, kalau dibungkus 15 ribu,” ucapnya.

Om Pulu sendiri berjualan setiap hari Senin sampai Sabtu. Sementara untuk jam bukanya disekitar pukul 10.00 wita sampai kurang lebih pukul 17.00 wita.

Dari penjelasannya, berjualan es ini telah dilakoninya sekitar lebih dari 3 dekade. Ia mengaku sejak masih muda sudah berjualan.

“Jualan ini so lama, yah mungkin disekitar 30 sampai 40 tahun begitu. Dari masih nyong-nyong kamari ada ba jual ini,” tutupnya.

Reporter: Yayan