Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

BMKG Gorontalo ungkap Penyebab Angin Kencang Disertai Suhu Dingin di Musim Kemarau

×

BMKG Gorontalo ungkap Penyebab Angin Kencang Disertai Suhu Dingin di Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Angin Kencang Gorontalo
Kantor BMKG Gorontalo. Foto: Enda/Dulohupa

Dulohupa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo mengungkap penyebab angin kencang disertai suhu cukup dingin di wilayah Provinsi Gorontalo saat musim kemarau.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo, Sayid Mahadir menjelaskan, angin kencang yang terjadi beberapa hari ini disebabkan adanya perbedaan pola tekanan yang cukup signifikan antara Belahan Bumi Utara (BBU) dan Belahan Bumi Selatan (BBS).

“Wilayah dengan pola Tekanan Tinggi akan mengalirkan masa udara (yang kita sebut dengan angin) menuju ke wilayah dengan Pola tekanan rendah,” Papar Sayid kepada Dulohupa, Sabtu (29/7/2023).

Angin Kencang
Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo, Sayid Mahadir. Foto/Ist

Berdasarkan pantauan BMKG, daerah pola tekanan Tinggi terpantau di wilayah BBS yaitu di sekitar Benua Australia sebesar 1022 Milibar dan daerah pola tekanan rendah terpantau di BBU di wilayah Benua Asia sebesar 1002 – 1006 Milibar.

Perbedaan Tekanan yang Jauh ini menyebabkan massa udara bergerak dari Benua Australia menuju Benua Asia dan melewati wilayah Indonesia, sehingga gradien tekanan menjadi rapat dan berpotensi terjadinya angin kencang. peristiwa ini juga dikenala dengan ‘Monsun Australia’.

“Umumnya pada masa monsun australia ini, massa udaranya cenderung bersifat dingin dan kering sehingga wilayah Indonesia yabg dilalui akan terjadi jarang hujan dengan Tutupan awan yang sedikit (Kondisi langit Cerah),” Jelas Sayid.

Selain itu, berdasarkan pantauan pola angin 3000 Feet dan Data observasi Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo terpantau kecepatan angin di wilayah Provinsi Gorontalo berkisar antara 10 – 15 Knot, dengan Kecepatan maksimum hari ini tercatat sebesar 19 Knot.

“Untuk prediksi angin kencang ini masih berpotensi akan terjadi hingga sepekan kedepan di bulan Agustus),” Jelasnya.

BMKG menghimbau kepada masyarakat dan stakeholder terkait untuk mengurangi kerimbunan pohon-pohon di lingkungan sekitar, serta menjauhi pohon pohon yang rapuh maupun papan-papan reklame yang berpotensi menimpa apabila terkena angin kencang.

Reporter: Enda