Dulohupa.id – Sisa material banjir di Sungai Wuwabu, Lingkungan VI, Kelurahan Hutuo, Limboto, Kabupaten Gorontalo belum ditangani pemerintah setempat.
Terlihat beberapa potongan kayu besar serta material lain menghambat arus air. Akibatnya air di sungai itu meluap ke pelataran jalan hingga merembes masuk di Rumah Makan Poekis Gorontalo.
Fadil Saleh, selaku karyawan dan penanggung jawab rumah makan itu menyampaikan keluhan dan ingin pemerintah menangani material banjir tersebut.
“Sisa material banjir itu menghambat arus sungai, rumah makan kami mendapat imbasnya. Selama tiga hari kami tidak buka. Kalau dihitung kerugian yang kami alami mencapai Rp 15 juta”kata Fadli.
“Kami harapkan kerja sama pemerintah untuk mencarikan solusi dari masalah yang ada”sambungnya.
Hajarah Talupe, Lurah Hutuo, saat diminta tanggapan terkait masalah yang ada mengatakan. Pihaknya saat ini memang kesulitan melakukan pembersihan material banjir itu.
“Sisa material banjir itu hanya bisa dibersihkan dengan alat berat. Sangat sulit kalau dikerjakan secara manual”jelas Hajarah
Lanjutnya, sungai Wuwabu saat ini memang sudah harus dikeruk. Dilihatnya, bagian sungai sudah banyak pasir dengan ketinggian mencapai bagian jembatan.
“Permintaan untuk pengerukan sungai sudah saya lakukan. Dua kali proposal kami ajukan untuk meminta bantuan pengerukan, namun belum mendapat respon yang baik. Kami terus berupaya agar banjir ini tidak terlalu berdampak bagi masyarakat”tandasnya.
Reporter: Py











