Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Bayi 2 Bulan Penderita Hidrosefalus di Boalemo, Butuh Uluran Tangan

307
×

Bayi 2 Bulan Penderita Hidrosefalus di Boalemo, Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id, GORONTALO – Orang tua mana yang tidak ingin, melihat anaknya sehat. Apalagi, anak masih berumur 2 bulan. Tingkahnya yang lucu, dengan ciri khas senyuman manja balita, terkadang membuat orang tua bahagia.

Namun sayang, itu hanya berlaku bagi balita yang sehat dan dilahirkan normal. Berbeda dengan yang dialami seorang bayi laki-laki yang baru berusia 2 bulan, menderita penyakit Hidrosefalus.

Aiman Amir merupakan anak bungsu dari pasangan Iyon Amir dan Sri Dewi Lakadjo. Keluarga yang berasal dari Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo ini. Kini harus, mencari obat tradisional untuk kesembuhan sang bayi keduanya itu.

Saat disambangi awak media, terlihat Aiman menahan sakit luar biasa, akibat menderita penyakit Hidrosefalus tersebut. Aiman hanya bisa berbaring tanpa bisa bermain, seperti layaknya anak-anak seusia dia, yang bisa dilakukan hanya bisa menangis dan terdengar suara batuk-batuknya disela-sela pangkuan ibunya.

Menurut penuturan Sri, penumpukan cairan di rongga otak yang dialami anaknya itu sudah difonis dokter sejak masih dalam kandungan. Setelah lahir terus membesar hingga di usia 2 bulan ini. Dimana penumpukan cairan tersebut mengakibatkan tekanan pada otak, yang membuat ukuran kepala Ainun tambah membesar.

“Sejak pengidap penyakit Sylvanus, Aiman sudah di fonis oleh Dokter sejak masih dalam kandungan. Setelah lahir disarankan untuk oprasi,” tuturnya.

Kembali dari peninjuanan awak media, terlihat Aiman hanya bisa berbaring ditempat tidurnya, di RSTN Boalemo. Aiman juga harus menangis kesakitan ketika buang air kecil atau air besar.

Sungguh menderita yang dirasakan Aiman, terlebih kehidupan kedua orang tuanya yang serba kekurangan. Balita yang semestinya bermain dengan ceria, harus berjuang melawan perihnya penyakit yang ia derita.

Disebutkan, Iyon, ayah Aiman kesehariannya adalah bekerja sebagai Petani, sesekali juga turun melaut. Penghasilannya pun tak sebanding dengan beban, yang harus ia tanggung. Demi mengobati buah hatinya itu. Suherman rela bekerja apapun, demi memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan anaknya.

Terlebih Sri, harus beraktivitas ekstra dalam mengasuh dan merawat Aiman anak bungsunya itu, setiap hari. Ia hanya bisa berharap dan berdoa semoga ada tangan-tangan dermawan yang bisa meringankan beban keluarganya.

“Sebenarnya anak kami, sudah dua kali di rawat di Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) Boalemo, sejak dia lahir. Kedua kalinya sekarang ini,” terangnya.

Disisi lain Sri mengatakan, pengobatan untuk anaknya ini berbagai macam cara ditempuh. Termasuk mencari obat-obat tradisional, hingga mendatangi dukun yang bisa mengobati.

Hal yang lebih Sri takutkan lagi, tidak lain uang simpananya untuk berobat Ainun sudah habis. Sementara sang suami saat ini, tidak lagi bekerja. Sebab, bergantian menjaga sang anak di RSTN Boalemo.

“Kami orang miskin seperti ini hanya bisa berharap, semoga ada yang mau membantu kami untuk mengobati Ainun. Tadi saja, kami tinggal meminjam uang 50 ribu pada teman. Karena kami sudah, tidak memiliki uang,” harapnya dengan raut wajah bersedih.